Lihat ke Halaman Asli

Irine Irchamillah Azza

Grad school student

Dua Kepribadian yang Cocok Menjadi Pemimpin Transformasional, Apakah Kamu Termasuk?

Diperbarui: 25 November 2022   20:06

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Pernahkah anda berada dalam suatu tim atau organisasi yang memiliki pemimpin yang senantiasa menginspirasi dan karismatik?. Jika pernah maka pemimpin anda mungkin adalah seorang dengan gaya kepemimpinan transformasional

Konsep dari transformational leadership pertama kali dikemukakan oleh James McGregor Burns di tahun 1978 (Casimir et al., 2013). Transformational leadership adalah gaya kepemimpinan yang berfokus pada perubahan dan menginspirasi anggotanya untuk mencapai hasil yang luar biasa. 

Pemimpin transformasional sangat tertarik untuk terlibat langsung dalam setiap proses untuk mencapai target sembari membantu setiap anggota untuk mencapai kesuksesan mereka masing-masing. 

Kepemimpinan transformasional yang dijalankan secara efektif akan mempengaruhi kesuksesan organisasi dan meningkatkan performa kerja. Pemimpin transformasional mengambil hati para pengikutnya dengan menjaga integritas dan berdedikasi dengan memberi perlakuan yang adil bagi semua serta memberdayakan untuk mencapai kesuksesan masing-masing.

Kepemimpin transformasional dicirikan dengan 4-I yakni idealized influence, inspirational motivation, intellectual stimulation dan individual consideration

Idealized influence merujuk pada pemimpin sebagai seorang role model bagi anggotanya dan juga sebagai pemimpin yang karismatik. Pemimpin yang transformasional akan muncul sebagai seseorang yang tidak mudah panik, tenang, mudah mengambil keputusan tetapi tidak impulsif, dan percaya diri(Bass,1985).  

Inspirational motivation merujuk pada memotivasi anggota untuk menerima target/tujuan/tugas yang berat dengan penuh antusiasme sekaligus memiliki rencana untuk masa depan (Li et al., 2019). Pemimpin yang transformasional akan menyampaikan visi dengan jelas, menarik dan menginspirasi. Mempunyai visi yang jelas, membantu anggota untuk mengeksplorasi hal yang sama juga dan memotivasi mereka untuk memenuhi tujuan yang telah ditetapkan bersama.

Intellectual stimulation merujuk pada mendorong anggota untuk membangun sudut pandang baru mengenai kepemimpinan (Steinmann et al., 2018). Pemimpin yang transformasional akan merangsang kreativitas anggota dengan meningkatkan kesadaran akan pemecahan masalah, memperkuat nilai dan keyakinan pribadi (Bass,1985) serta mengeksplorasi hal-hal baru dan berbagai kesempatan untuk belajar lebih banyak.

Individual considerations merujuk pada  kesadaran pemimpin dan peduli terhadap kebutuhan individual masing-masing anggota dan memperlakukan para anggota dengan penuh respek (Reza, 2019), senantiasa membuka jalur komunikasi agar pengikut bebas menyuarakan ide dan pendapat sehingga para pemimpin dapat langsung mengapresiasi atas kontribusi dari pengikut.

Kepemimpinan transformasional berbeda dengan kepemimpinan transaksional. Kepemimpinan transformasional memperoleh dukungan dengan menginspirasi pengikut untuk mencapai sesuatu yang melampaui target pribadi, sedangkan transaksional adalah gaya kepemimpinan yang memperoleh kerjasama dengan bawahan melalui jalinan pertukaran yakni dengan memberikan reward dan melakukan manajemen ekspektasi sehingga menghasilkan output sesuai yang telah diharapkan. 

Salah satu dampak negatif apabila terdapat sebuah tim/organisasi yang dipimpin oleh seorang pemimpin yang transformasional akan cenderung memiliki anggota yang loyal dan sukses, komitmen organisasi yang lebih tinggi, dan performa organisasi yang lebih baik(Ausat et al., 2022)

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline