Lihat ke Halaman Asli

Irfan Fandi

TERVERIFIKASI

Menulis dan Membaca adalah suatu aksi yang bisa membuat kita terlihat beda dari orang yang disekitar kita

Cara Memaknai Hari Raya Idul Adha 1442 H

Diperbarui: 20 Juli 2021   05:06

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Foto Ilustrasi : CNN Indonesia (pekaksanaan ibadah haji tawaf di depan ka'bah)

Hari ini tepat tanggal 20 Juli 2021 atau 10 Dzulhijjah 1442 H, semua umat muslim di seluruh dunia serentak merayakan Hari Raya Idul Adha 1442 H. suara gema takbir berkumandang dimana-mana sebagai tanda Kebesaran Allah SWT yang sebagai pemilik dunia ini.

Hari Raya Idul Adha merupakan hari raya yang paling besar bagi umat muslim. Pada 10 Dzulhijjah pada zaman dulu banyak peristiwa yang terjadi, sehingga di jadikan sebagai hari raya berkurban untuk bagi orang-orang yang memiliki kelebihan harta. Berikut makna yang tersirat pada Hari raya Idul Adha.

Mengenang sejarah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS

Nabi Ibrahim AS merupakan seorang nabi yang telah lama mendambakan seorang anak, atas izin Allah beliau mendapatkan anugrah terindah dalam hidupnya yaitu hamilnya istri tercinta Siti Hajar. Anak yang telah lama dinanti akhirnya lahir dengan sehat dan tampan yaitu Nabi Ismail AS.

Ketika usia Ismail beranjak 14 tahun, Allah SWT menguji ketaatan, kesetiaan dan keikhlasan dari Nabi Ibrahim kepada sang penciptanya. Beliau bermimpi bahwa ia diperintahkan oleh Allah SWT untuk mengorbankan anak lekakinya ismail. Sebagaimana firman Allah sebagai berikut :

Artinya: "Hai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu." (Qur'an Surat Ash-Shaffat ayat 102).

Nabi Ibrahim AS menyampaikan perintah tersebut kepada anaknya Ismail, respon yang di dapat Nabi Ibrahim AS sangat mencengangkannya. Nabi Ismail AS Ikhlas dan ridha atas apa yang di perintahkan Allah kepada ayahnya.

Artinya: "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu, insyaallah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar."

Allah menyaksikan pengorbanan seorang anak kepada ayahnya yang mendapatkan perintah mulia dari Sang Maha Pencipta, kemudian Allah mengganti Nabi Ismail AS menjadi seekor hewan sembelih yang sangat besar dan sehat. Kisah ini merupakan sejarah besar dalam Islam untuk selalu di ingat bahwa kebesaran hati seorang ayah mengorbankan anaknya sebagai bentuk kepatuhan seorang hamba kepada sang penciptanya.

Menunaikan Rukun Islam Kelima

Hari Raya Idul Adha juga dikenal sebagai Hari Raya Haji. Dimana seluruh umat muslim berbondong-bondong datang ke Mekkah, untuk menjalankan Rukun Islam kelima yaitu Naik haji bagi yang mampu. Puncaknya momen haji di tandai dengan berkumpulnya seluruh jamaah di seluruh dunia di padang arafah, wukuf di padang arafah merupakan salah satu rukun haji yang wajib di laksanakan.

Naik haji merupakan penyempurnaan rukun islam sebagai manusia muslim seutuhnya. Naik haji dapat dilakukan bagi orang yang mampu, setiap manusia yang mampu dan memiliki rezeki lebih dan sudah ada panggilan kewajiban untuk nya menunaikan Ibadah Haji di kota Mekkah sebagai penyempurnaan agama.

Momen haji dilakukan setiap setahun sekali, jadi ini merupakan momen yang langka dan susah mendapatkannya. Indonesia merupakan negara yang paling banyak menghantarkan jamaahnya untuk datang ke mekkah, namun dengan kondisi wabah Covid-19 kuota untuk Jemaah haji di seluruh dunia di kurangi dan di tutup untuk sementara agar tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan.

Ikut berkurban di Hari Raya Idul Adha

Foto Ilustrasi : TribunNews.com (Ilustrasi hewan yang akan di kurbankan)

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline