Lihat ke Halaman Asli

Iif CahyoTunte

Bismillahi Allahu Akbar

Jejak Digital di Dunia Cyber dan How to Be a Good Internet User

Diperbarui: 2 Januari 2022   22:39

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

lustrasi Jejak Digital. By Pexel. Com

Rekam jejak digital menjadi alasan setiap pengguna harus selalu bijak dan berhati-hati dalam menggunakan media sosial. Alasannya sederhana, karena rekam jejak digital ini dapat tersimpan dalam waktu yang lama dan sulit untuk dihapus.

Layaknya pisau bermata dua, apabila dalam menggunakan media sosial tidak berhati-hati, maka bisa saja dampak negatifnya berbalik kepada kita, seperti senjata makan tuan.

Di era digital ini, jejak digital menciptakan dan menggambarkan kepribadian kita di mata orang lain, melalui apa yang kita posting dan komentar kita pada media sosial. Saat ini, sebagian besar orang menganggap apa yang terjadi pada seseorang di media sosial merupakan jati diri mereka sebenarnya.

Manfaat dan kerugian dari jejak digital tergantung bagaimana kita melaksanakan dan menggunakan media sosial atau internet itu sendiri. Banyak dari kita harus memahami bagaimana cara bijak bermedia sosial. Sebagai acuan dalam bermedia digital, kita harus membentuk pola pikir bahwa hal-hal bersifat pribadi dan bermanfaat bagi orang lain dapat disebarkan. Karena hal baik akan meninggalkan jejak digital positif bagi diri kita.

Akan tetapi, postingan hal pribadi yang tidak berkaitan dengan kepentingan publik sebaiknya disimpan sebab dapat menjadi jejak digital yang kurang baik. Dalam artian, jejak digital ini mengharuskan kita untuk selalu menyaring dan berpikir sebelum menyebarkannya kepada orang lain.

Sebagai contoh, kecelakaan yang menimpa artis muda Vanessa Angel dan suaminya Febri Andriansyah dalam kecelakaan di ruas Tol Jombang-Mojokerto pada Kamis (4/11/2021). Mereka berdua meninggal dunia di lokasi kejadian. Di media sosial ramai beredar video Instagram Story dari sopir Vanessa Angel yang diketahui memiliki akun Instagram @tubagusjoddy tersebut merekam video perjalanan yang diunggah di Instagram Story.

Tampak dalam video tersebut, sopir Vanessa Angel merekam saat melewati Tol Nganjuk Km 555. Namun, tak lama setelah kecelakaan terjadi, video tersebut sudah tidak ada di Instagram Story Tubagus Jody. Sekitar sepekan setelahnya, pengemudi mobil Vanessa Angel, Tubagus Muhammad Joddy Pramas Setya ditetapkan menjadi tersangka.

Melalui kasus tersebut kita menyadari bahwa unggahan tersebut atau jejak digital yang ditinggalkan, memungkin setiap orang masih bisa mengaksesnya, apalagi di era sekarang yang sudah banyak aplikasi pihak ketiga yang bisa mengakses unggahan-unggahan kita, yang bahkan sudah kita hapus.

Tak dapat dimungkiri perkembangan dunia digital sudah masuk hampir ke segala sisi kehidupan. Namun, masih banyak pengguna internet yang hanya mampu menerima informasi tanpa memahami dan mengolah informasi tersebut secara baik sehingga masih banyak masyarakat percaya oleh Informasi yang tidak benar.

Medsos seperti Instagram, Facebook, WhatsApp, Twitter, YouTube, SnapChat, dan TikTok memiliki karakteristik tersendiri. Platform medsos memudahkan setiap penggunanya untuk membuat dan menyebarluaskan konten.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline