Lihat ke Halaman Asli

H.I.M

TERVERIFIKASI

Loveable

Ledakan Bom dan Ledakan Pahala, Dua Sisi Berbeda dalam Suasana Ibadah di Gereja

Diperbarui: 28 Maret 2021   22:13

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Rekaman Situasi Ledakan yang Diduga Bom di Gereja Katedral Makassar. Sumber Tribunnews

Pagi tadi adik paling bungsu mengirimkan pesan melalui WhatsApp Grup keluarga. Dirinya menginfokan serasa diberi umur panjang karena telah diselamatkan atas kejadian meledaknya sesuatu yang diduga bom di dekat Katedral Makassar. 

Kami para kakaknya kaget bahwa adik saya paling bungsu ini habis merayakan Misa minggu Palma di Katedral tersebut dan ketika ibadah selesai. Adik saya segera menuju pintu keluar gereja untuk balik ke kosannya. Selang beberapa menit setelah meninggalkan gereja, barang diduga bom meledak di dekat gereja tersebut. Dirinya masih syok dan seakan tidak percaya hal ini terjadi disekitarnya. 

Sejatinya teror terhadap tempat ibadah bukanlah hal baru di Indonesia. Ada oknum yang ingin memecahbelah persatuan dengan mengiring ketakutan umat dengan dalil sentimen agama. Saya prihatin gereja sering menjadi sasaran oknum teroris sebagai lokasi teror. 

Apa saya ada trauma beribadah di gereja sebagai umat Kristiani? 

Jujur saya masih ada rasa ketakutan sendiri ketika tengah beribadah di gereja. Meskipun kini pengawasan di sekitar sudah diperketat dengan adanya pemeriksaan dan pendataan terhadap umat yang akan masuk ke gereja untuk menjamin keamanan umat. Nyatanya kejadian teror bom di Gereja masih sering terjadi.

Ada rasa paranoid ketika di dalam gereja muncul seorang umat membawa tas dan menggunakan jaket duduk di sekitar saya. Saya tidak menampik tetap ada rasa was-was apakah aman duduk di dekat orang tersebut. Ini juga mungkin dirasakan umat lain saat itu karena ada gerak tubuh yang seakan menjelaskan kewas-wasan seperti yang saya rasakan. 

Seorang atasan di kantor yang juga Kristiani bahkan sangat ketakutan ketika mendengar pemberitaan bom di Gereja. Pernah suatu ketika saat dirinya dari Jakarta ke Surabaya mendapatkan tugas untuk mendampingi saya dalam meeting dengan klien besar. 

Ketika baru sampai di Surabaya dan mengajak saya untuk diskusi persiapan meeting. Tiba-tiba ada berita bom bunuh diri yang terjadi di 3 gereja di Surabaya. Ketika itu juga atasan saya berniat balik dan ingin reschedule agenda meeting. Dirinya bercerita karena seringnya muncul berita ledakan bom di gereja, ia sempat takut untuk ibadah langsung di gereja. Ini cerminan bahwa memang teror di tempat ibadah menghantui sebagian umat. 

Hal luar biasa ada nasehat teman meneduhkan hati saya. Dirinya mengatakan, "Percayalah Tuhan akan menjagamu. Seandainya engkau menjadi korban atas tindakan teroris di dalam rumah Tuhan. Maka tentu Pahalamu akan besar di Surga"

Saya mengingat kembali kutipan ayat di salah satu Injil yaitu Matius 5:11-12 yang berbunyi,

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline