Lihat ke Halaman Asli

Sekilas tentang Buku

Diperbarui: 27 November 2022   22:40

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Sosbud. Sumber ilustrasi: KOMPAS.com/Pesona Indonesia

Begitu luasnya ilmu pengetahuan tentu memerlukan media untuk menyimpannya. Sekuat apapun ingatan otak manusia, tentu akan mengalami penurunan jika usia sudah senja. Lantas buku adalah penyimpanan terbaik. Halaman-halaman yang berlanjut berisi ribuan teks yang memuat suatu kajian keilmuan. Lalu halaman-halaman itu dikumpulkan dan dijilid hingga terciptalah satu buku.

Buku yang kita baca sekarang telah melalui perjalanan yang sangat panjang. Manusia mulai menulis pada dinding gua, batu, kulit hewan meski yang ditulis baru berupa simbol atau gambar sederhana. Berlanjut dengan lembaran-lembaran papyrus, penemuan kertas, mesin certak, hingga lahirlah buku yang kita lihat saat ini dan juga berevolusi  dalam bidang digital dengan e-book.

Definisi

Buku adalah kumpulan lembaran kertas yang tertulis atau mengandung tulisan. Bahan-bahannya bisa berbentuk potongan kayu, kulit hewan, daun, bahkan gading gajah (zaman dahulu). Lalu kumpulan ini disatukan atau dijilid menjadi satu pada salah satu ujungnya dan beirisi tulisan, gambar, atau tempelan. Yang dimaksud halaman adalah setiap sisi dari sebuah lembaran kertas pada buku.

Sejarah

Tahun 2400 SM telah ditemukan kertas dari bahan papyrus, yakni sejenis tumbuhan yang tumbuh pada tepian sungai Nil di Mesir. Maka bangsa Mesirlah sebagai pelopor peradaban dalam bidang literasi dengan sudah mengenal tulisan lebih dulu di banding bangsa lain. Tulisan itu disebut dengan Hieroglif yang berupa simbol-simbol. Kertas papyrus yang berisi tulisan hieroglif ini berbrntuk gulungan dan inilah cikal bakal buku kuno.

Sedangkan bangsa Timur Tengah menggunakan lembaran kulit domba terlipat yang dilindungi dengan kulit kayu keras yang disebut codex. Lembaran ini disebut pergamenum/perkamen, yang berarti kertas kulit. Perkamen ini lebih kuat dan mudah dipotong dan dibuat berlipat-lipat, sehingga lebih mudah digunakan. Dengan hal tersebut menjadi awal buku yang berjilid. 

Adapun di Cina dan Jepang, buku pada awalnya berbentuk gulungan yang berlipat dan diapit dengan sampul. Lipatannya seperti bentuk lipatan kain korden atau akordion. Biasanya berbahan dasar bambu.

Penemuan kertas oleh Tsai' Lun di Tiongkok pada tahun 105 masehi adalah awal kemajuan buku. Ia menciptakan kertas dari bahan serat yang disebut hennep. Serat itu ditumbuk, dicapur dan diaduk dengan air sampai menjadi bubur. 

Setelah itu dimasukan pada cetakan, lalu dijemur hingga kering. Maka terciptalah selembar kertas yang ringan dan praktis. Dengan ditemukan kertas ini, satu buku yang terdiri dari gulungan-gulungan yang banyak dan berat kini lebih ringan dan praktis. 

Awalnya pembuatan kertas ini dirahasiakan. Cina menjadi pengekspor kertas terbesar pada abad ke dua. Hingga pada tahun 751 M, proses pembuatan kertas telah tersebar ke samarkand di Asia Tengah bermula dari para tahanan bangsa Tiongkok yang ditawan oleh bangsa Arab. 

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline