Lihat ke Halaman Asli

Ika Septi

TERVERIFIKASI

Lainnya

Daging Kambing Enaknya Dimasak Kicik atau Krengsengan?

Diperbarui: 7 Desember 2022   18:17

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Krengsengan Kambing|Dokpri

Enak ya kalo punya domba kayak Si Shaun The Sheep yang multi talenta.  Pekerjaan seperti nyuci baju, nyapu, ngepel, masak, sampai mengangon kawanannya sendiri bisa ia kerjakan dengan baik dan benar.

Untungnya Si Shaun ada di dunia animasi, lha kalo ada di dunia nyata pasti setiap hari raya Idul Adha, ia akan merasa gegana.

Shaun sendiri merupakan domba, sedangkan daging yang kerap saya masak kala Idul Adha tiba adalah daging kambing.

Kirain yang beda cuma mbek dan kuda, ternyata mbing dan mba juga beda.  Ya, kambing dan domba memiliki jumlah kromosom yang berbeda.  Bila kambing memiliki kromosom sebanyak 60 maka domba memiliki 54 saja.

Nah, bila kambing memiliki tanduk ke atas atau ke samping, maka domba mempunyai tanduk melengkung.  Dalam hal makanan, kambing mengkonsumsi daun segar, pucuk daun dengan posisi berdiri bak standing party di acara hajatan maka domba merumput bagai pemain bola, eh.  Satu lagi, kambing berbau prengus sedang domba tidak.

Daging kambing paling enak dibikin sate, tongseng, krengsengan, dan kicik, begitu kata simbah.  Saya sendiri kurang begitu suka dengan olahan daging kambing, oleh karena itu saya hanya menyantap olahan daging hewan herbivora ini bila tensi saya sedang drop ke level terendah.

Sebenarnya mengkonsumsi daging kambing tidak berefek menaikkan tensi darah secara langsung, namun entah itu sugesti atau apa, tiap tensi saya turun lalu makan sate kambing tiba-tiba rasa puyengnya lenyap seketika. 

Dilansir dari Halodoc, daging kambing dapat menaikkan tekanan darah bila dimasak secara tidak tepat seperti digoreng, dipanggang, dan dibakar.  Ketiga cara pengolahan tersebut menyebabkan meningkatnya jumlah kalori pada masakan bersangkutan.

Dulu simbah paling suka membuat olahan daging kambing bernama "Kicik." Maklum lah ya, simbah putri saya yang merupakan istri dari paman bapak saya, halah belibet, merupakan orang Gunung Kidul dan olahan kicik atau kerap disebut kicikan ini merupakan masakan khas daerah beribukota kabupaten Wonosari itu.

Di daerah asalnya, olahan kicik menggunakan daging sapi beserta jeroannya yang dicacah, tapi menurut kakak saya yang hobi makan olahan daging kambing, penggunaan daging kambing memberi sensasi rasa tersendiri.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline