Lihat ke Halaman Asli

Iis Suwartini

Dosen PBSI FKIP Universitas Ahmad Dahlan

Suci yang Menyucikan

Diperbarui: 10 Mei 2021   21:57

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Kau pernah mendengar tentang sebuah kisah, percakapan air. Apa kah Kau tau seberapa banyak jenisnya? Baiklah akan aku kisahkan tentang percakapan air, Agar Kau dapat mengetahui perbedaan mereka. Tidak semua air di muka bumi ini dapat Kau gunakan untuk bersuci. Ada beberapa diantaranya air yang suci namun tidak dapat digunakan untuk bersuci.

Di sebuah desa hiduplah seorang anak bernama Alwi. Suatu ketika anak tersebut ingin berwudu.  Sayang sekali karena musim kemarau air sumur pun mengering. Alwi pun melihat dihadapannya ada teko berisi teh.

"Alwi sedang apa Kau?"

"Aku ingin berwudu."

"Tidak bisa aku air teh suci namun tidak mensucikan."

"Bagimana bisa begitu?"

"Karena aku air mutaghayar, air yang telah mengalami perubahan  baik warna maupun rasa."

Alwi pun bergegas menuju sungai. Jarak sungai tidak terlalu jauh dari rumahnya. Sesampainya di sungai ia mulai ragu apakah air sungai dapat digunakan untuk berwudu.

"Alwi sedang apa Kau?"

"Bisakah aku berwudu?

"Tentu saja aku adalah air yang suci dan mensucikan."

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline