Lihat ke Halaman Asli

I PtGd

SMA Negeri 10 Denpasar

Konsep dan Aplikasi dari Ioniq Liquid

Diperbarui: 31 Desember 2023   06:44

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ilmu Alam dan Teknologi. Sumber ilustrasi: PEXELS/Anthony

Ioniq liquid dalam Bahasa Indonesia disebut cairan ionik. Cairan ini terdiri dairi cairan kation dan anion baik organik maupun non organik. Berbeda dengan pelarut lain yang mudah menguap, cairan ionik merupakan cairan yang memiliki tititk leleh yang rendah, tekanan uap rendah, tidak mudah terbakar, stabilitas tinggi dan dapat didaur ulang. Sehingga cairan ionik dapat dikatakan ramah lingkungan. Kandungan yang terdapat didalam adalah kation yang terdiri dari struktur organik yang bermuatan positif. Serta anion yag terdiri dari senyawa organik atau anorganik basa lemah yang bermuatan negatif. Beberapa sifat Ioniq liquid adalah dapat disimpan tanpa penguraian waktu, stabil dalam kisaran suhu yang luas, kecepatan reaksi meningkat dikarenakan karakter ioniknya, dan masih banyak lagi.

Titik leleh yang dimiliki oleh cairan ionik adalah menyesuaikan suhu kamar. Hal ini dikarenakan fungsi cairan ini untuk pelarut organik pada suhu kamar. Cairan ionik dirasa dapat lebih stabil diatas suhu 400 apabila dibandingkan dengan pelarut organik lainnya. Untuk viskositasnya sendiri berada dalam kategori sedang, tidak terlalu kental atapun tidak terlalu cair. Keuntungan cairan ionik sendiri adalah tidak mudah menguap, tidak mudah terbakar, memiliki toksisitas rendah dan kelarutan yang baik untuk banyak bahan organik dan anorganik. Banyaknya keuntungan yang dimiliki oleh cairan ionik menjadikannya banyak dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Berikut adalah beberapa aplikasi pemanfaatan cairan ionik.

Cairan ionik sering dimanfaatkan sebagai pelumas dibidang otomotif. Pemanfaatan ini disebabkan oleh viskositas yang dimiliki oleh cairan ionik tergolong dalam kategori sedang. Berikutnya cairan ionik juga dapat dimanfaatkan sebagai pengolahan limbah nuklir. Penggunaan PLTN tentu mengakibatkan adanya limbah radioaktif, limbah ini dapat merusak lingkungan sekitar, hal ini dapat di minimalisir dengan pelrut cairan ionik yang ramah lingkungan. Selain itu proses ekstraksi dan pemisahan juga melibatkan cairan ionik didalamnya dikarenakan keunggulan dari cairan ini memiliki titik leleh dapat menyesuaikan suhu lingkungan. Pemanfaatan berikutnya adalah sebagai penyerap gas CO2, Kombinasi kation-anion yang tepat membuat Cairan Ionik dapat digunakan sebagai pelarut untuk proses penangkapan CO2 menggantikan pelarut konvensional berbasis amina.

Cairan ionik dalam sintesis nanopartikel berdasarkan karakter yang dimilikinya dapat digunakan sebagai agen pelindung dan agen preduksi. Cairan ionik juga dibutuhkan didalam baterai, Cairan ionik memiliki stabilitas elektrokimia yang luas dan stabilitas termal yang tinggi, serta tidak mudah menguap dan mudah terbakar, sehingga sangat aman digunakan, menjadikannya alternatif elektrolit yang sangat menarik untuk membuat baterai lebih aman. Cairan ionik ini digunakan untuk menstabilkan katalis lain untuk dapat digunakan kembali. Karakter tidak mudah menguap yang dimiliki oleh cairan ionik membuatnya dapat digunakan sebagai pelarut dalam proses pemurnian alkohol. Cairan ionik dimanfaatkan pula sebagai sel bahan bakar karena Ionic Liquid dapat menjadi salah satu alternatif yang dapat mengubah reaksi kimia antara hidrogen dan oksigen menjadi listrik. Dan pemanfaaatan yang terakhir adalah cairan ionik dapat digunakan sebagai pelarut alternatif untuk menggantikan pelarut organik yang berbahaya atau tidak ramah lingkungan dalam produksi dan formulasi obat.




BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline