Lihat ke Halaman Asli

Hal yang Harus Diperhatikan Lansia Sebelum Berolahraga

Diperbarui: 6 Januari 2024   13:21

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Photo by SHVETS production: https://www.pexels.com/photo/an-elderly-man-in-blue-shirt-and-gray-shorts-sitting-on-a-yoga-mat-8899515/

Olahraga merupakan hal yang penting untuk dilakukan dalam menjaga kesehatan tubuh dewasa termasuk lansia. Lansia merupakan orang dewasa dengan usia di atas 60 tahun. Olahraga yang dilakukan dengan tepat memberikan efek yang baik terhadap peningkatan kesehatan lansia. Bahkan lansia yang mengalami penyakit kronis seperti penyakit jantung, tekanan darah tinggi, kencing manis, dan radang sendi tetap harus berolahraga. Adapun manfaat olahraga bagi lansia, sebagai berikut:

  • Mencegah perburukan penyakit
  • Meningkatkan keseimbangan dan mencegah jatuh.
  • Meningkatkan kekuatan otot sehingga membantu untuk hidup lebih mandiri.
  • Meningkatkan mood dan menurunkan depresi.
  • Dapat meningkatkan fungsi kognitif.

Walaupun olahraga memberikan banyak manfaat kepada lansia, namun terdapat risiko jika tidak dilakukan dengan tepat. Akan tetapi, adanya risiko bukan menjadi alasan lansia untuk tidak berolahraga. Hal yang harus diperhatikan oleh lansia sebelum berolahraga, yaitu:

Pertama, terdapat perubahan fisiologis pada lansia

Pada lansia, terjadi perubahan fisiologi tubuh berupa massa otot, densitas tulang, serta fungsi organ (jantung, paru, hati, dan ginjal) yang menurun. Lansia juga mengalami peningkatan risiko tekanan darah tinggi akibat kekakuan pembuluh darah yang memberat seiring bertambahnya usia. Adanya perubahan fisiologis ini menjadi faktor yang penting dalam memilih olahraga yang tepat. Pada lansia dengan penyakit kronis atau mempunyai gaya hidup sedenter, sebaiknya konsultasi terlebih dahulu dengan tenaga medis sebelum memulai olahraga.

Kedua, gunakan pakaian dan peralatan olahraga yang tepat

Lansia mempunyai kerentanan untuk mengalami insiden jatuh sehingga pakaian dan peralatan yang digunakan dalam berolahraga harus tepat. Alat olahraga seperti treadmill harus terdapat pegangan atau pengaman samping. Selain itu, alat olahraga juga harus kokoh dan tidak mudah rusak. Pakaian dan sepatu yang digunakan juga harus diperhatikan. Baju dan celana selama olahraga tidak boleh ketat dan harus nyaman agar keringat tidak berkumpul berlebihan yang dapat meningkatkan risiko terinfeksi jamur. Selain itu, jenis dan ukuran sepatu harus sesuai (sepatu lari berbeda dengan sepatu untuk jalan kaki). Jenis atau ukuran sepatu yang tidak sesuai meningkatkan risiko jatuh pada lansia.

Ketiga, cegah dehidrasi saat berolahraga

Perhatikan suhu lingkungan ketika berolahraga. Jika dirasa sangat panas, hindari berolahraga karena dapat terjadi dehidrasi yang berlebihan. Untuk menghindari dehidrasi sebaiknya minum air putih yang cukup sekitar 1,5 liter hingga 2 liter sehari (jika pasien gagal ginjal atau gagal jantung maka minum air secukupnya sesuai anjuran dokter).

Keempat, olahraga harus dimulai secara perlahan

Lansia direkomendasikan untuk melakukan olahraga sekitar 3 hingga 5 hari dalam seminggu dengan intensitas olahraga yang sedang seperti berjalan kaki dan berenang. Lakukan selama 30 hingga 60 menit setiap olahraga. Mulailah dengan aktivitas yang pelan selama lima menit lalu ditingkatkan perlahan hingga intensitas yang sedang.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline