Lihat ke Halaman Asli

Hery Syofyan

TERVERIFIKASI

Wiraswasta

Apa Betul Metode Guardiola Merusak Sepak Bola?

Diperbarui: 18 Februari 2017   14:06

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

sumber foto : Independent

Dalam permainan sepak bola banyak hal menarik yang dapat kita ketahui. Mulai dari strategi dan taktik yang dimainkan kedua tim yang berlaga sampai kepada ketegangan akan drama yang dipertontonkan kedua kedua kubu yang bertanding itu. Berbicara masalah taktik, strategi atau gaya bermain sepakbola, tentu setiap tim mempunyai ciri khas sendiri-sendiri dan semuanya tentu akan disesuaikan dengan siapa lawan yang akan dihadapi.

Formasi atau strategi yang ditampilkan dalam sebuah permainan sepakbola, antara lain mulai dari susunan pemain (line up) yang akan diturunkan sampai kepada bagaimana cara melakukan penyerangan dan apa yang dilakukan dalam bertahan dari serangan lawan yang tentunya semua itu disesuaikan dengan skema formasi tim yang diturunkan.

Biasanya formasi yang digunakan disesuaikan dengan jumlah pemain yang 'siap' untuk dimainkan, baik itu pemain bertahan, pemain tengah dan maupun penyerang yang akan diturunkan sebagai starting eleven. Dengan mempelajari formasi tim lawan, sebuah tim biasanya mencari kelemahan dari kekuatan tim lawan selanjutnya mereka mencari strategi apa yang jitu untuk dapat melumpuhkan lawanya.

Formasi tim bisa saja berganti sesuai kebutuhan, misalnya pada saat terjadinya pergantian pemain yang memiliki posisi berbeda atau kadang juga terjadi saat memasuki babak kedua pertandingan setelah ada diskusi antara pelatih dan pemain di kamar ganti. Tapi biasanya memang formasi tersebut sudah ditentukan atau diperhitungkan sejak dari sebelum dimulainya pertandingan.

Dalam sepakbola formasi yang sering digunakan, antara lain 4-4-2, ini merupakan formasi klasik yang hampir di pakai oleh semua tim sepak bola di seluruh dunia. Berikutnya ada juga formasi 3-5-2 formasi ini lebih sering dimainkan oleh tim-tim italia. Uniknya formasi ini, pemain sayapnya harus siap membantu pemain bertahan dan sekaligus juga jarus siap membantu penyerangan.

sumber foto : Bola.com

Satu lagi formasi yang juga biasa dipakai adalah formasi 4-3-3 dengan menempatkan 3 penyerang sekaligus. Formasi ini sering dipakai oleh tim-tim sepakbola dari Spanyol. Seperti Barcelona dan Madrid yang memang menguasai persepakbolan dunia saat ini, merek tampil dengan mengunakan tiga penyerang sekaligus.      

Dari ketiga formasi yang umum dipakai tersebut di atas, masing-masing tentu memiliki sisi kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Tapi tentu untuk itu sudah sangat dipahami oleh sang pelatih yang akan menerapkanya. Ya, tentunya dengan mempertimbangkan kekuatan/kemampuan yang dimiliki oleh masing-masing pemain dari tim yang diasuhnya. Formasi dalam sepakbola menjadi sesuatu yang sangat penting agar tim dapat mencapai hasil yang maksimal

Kembali ke pertanyaan atau judul diatas apa betul Guardiola perusak sepakbola? seperti yang dikatakan Eks bintang Valencia dan timnas Argentina Roberto Ayala yang menuding bahwa metode permainan yang diterapkan oleh pelatih asal Spanyol Pep Guardiola tersebut merusak permainan sepakbola?. Seperti yang ramai diberitakan dalam beberapa hari kemaren diberbagai media khususnya Online, Ayala yang mengatakan bahwa "Barcelona asuhan Guardiola merupakan tim terbaik yang saya lihat. Tapi di saat yang sama, mereka juga punya efek merusak," kata Ayala Rabu 15 Januari 2017.

Tentu pernyataan dari seorang Ayala itu menjadi menarik dan perlu menjadi perhatian bagi kita pecinta sepakbola. Karena  ia memang juga seorang mantan pesepakbola yang pernah memiliki reputasi sebagai bek terbaik di LaLiga. Dia juga merupakan kunci pertahanan dari klub Valencia saat mereka dua kali menjuarai LaLiga. Roberto Ayala juga bersinar di level timnas. Dia memiliki 115 caps bersama timnas Argentina dan masuk dalam tim all star di Piala Dunia 2006.

Seperti apa yang disampaikanya, gara-gara gaya barmain Barcelona yang dibangun oleh Guardiola sebelum ini, menyebabkan banyak pemain belakang yang ingin ikut terlibat dalam melakukan penyerangan ke daerah lawan seperti yang terjadi di Barcelona. Padahal menurutnya tugas utama dari bek tengah adalah bertahan dan memberikan keamanan didaerah gawang. karena itu ia menilai metode sepakbola Guardiola mengubah cara pandang bek-bek muda dan memberikan dampak negatif pada sepakbola.


Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline