Lihat ke Halaman Asli

Hennie Triana Oberst

TERVERIFIKASI

Penyuka traveling dan budaya

Sayangi Diri Sendiri, Lupakanlah Mantan!

Diperbarui: 4 April 2021   06:15

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ilustrasi perjalanan seorang diri | foto: pixabay.com/Olichel—

Let it go and move on

Tidak semua orang yang membina jalinan kasih pernah kecewa dan patah hati. Beberapa orang beruntung, karena langsung menemukan cinta sejatinya, belahan jiwa, atau banyak lagi istilahnya. Tetapi sebagian lainnya tidak beruntung, saya termasuk salah satunya, dulu.

Sejujurnya, saya cuma satu kali patah hati karena putus cinta. Ini juga karena ikatan cinta yang serius, maksudnya memang berencana untuk dilanjutkan ke jenjang pernikahan. Pacaran sebelumnya hanya memang sekedar pacaran, tanpa ada niat menuju pelaminan.

Ketika berada pada situasi yang memilukan ini, rasanya dunia runtuh. Sedih tak terperi, selera makan hilang, tidur tidak nyenyak, dan banyak lagi perasaan tidak nyaman lainnya.

Menangis, sudah saya lakukan. Jangan malu untuk menangis, pria sekalipun. Ya, air mata sungguh sangat membantu. Menangis memiliki efek yang baik, dapat mengurangi sakit kepala dan gangguan pencernaan, juga membuat tidur lebih nyenyak. 

Curhat juga tidak ketinggalan saya lakukan. Saya hanya menceritakan kabar sedih ini kepada saudara kandung dan orangtua saja. Menurut saya, merekalah orang yang paling tepat untuk diajak bicara, tanpa takut cerita akan merembet ke mana-mana.

Bagaimana dengan sahabat dan teman baik saya? Saya baru mewartakan hal ini belakangan, setelah saya mulai beranjak melupakan mantan. Bukan karena tidak percaya pada mereka, tetapi saya merasa bisa menyelesaikan sendiri kegalauan hati saya. 

Melupakan mantan adalah bentuk menyayangi diri sendiri. Lara hati yang terjadi akibat putus cinta terkadang membuat kita tidak menyadari bahwa diri sendiri juga penting untuk diperhatikan dan disayangi.

Tidak ada seorang pun yang ingin berlarut-larut dalam kesedihan. Saya juga begitu, meskipun mewujudkan hal itu tidak segampang membalikkan telapak tangan. Namun, siapa lagi yang akan menyayangi kita jika bukan diri kita sendiri. 

Rasa sakit hadir saat kita menyadari kita telah kehilangan hubungan dengan diri sendiri, karena pikiran terpusat pada hubungan dengan orang lain (mantan). 

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline