Lihat ke Halaman Asli

Helwiyah ewi

Lakukan Yang terbaik

Kisah Bulir Padi

Diperbarui: 4 Juli 2022   11:36

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Dokpri

Siapa tak mengenal benda ini?

Dia nampak polos menunggu takdirnya. proses panjang untuk menjelma menjadi dirinya  Dia menyatu dengan berbagai benda yang menyertai proses pembentukannya.

Anak anak perkotaan jaman sekarang perlu diperkenalkan bentuk benda ini.  Dia memiliki bentuk kecil bulat panjang seukuran sekitar 1 cm. Di dalamnya berisi beras yang masih bersembunyi malu malu menanti dibukanya kulit Ari yang disebut sekam .

Benda ini pun bisa menjadi cikal bakal tanaman selanjutnya penghasil benda ini lagi .Dia disebut padi atau gabah. Si calon beras yang jika dicuci dan dimasak bisa menjadi nasi atau lontong.

Gabah atau padi ini hasil dari pemotongan dan pemisahan dari batang tanamannya.  Dia harus dijemur dahulu agar benar benar kering , memisahkannya dari sampah daun padi kering dan gabah kosong sebelum digiling menjadi beras.  

Pekerjaan ini membutuhkan kesabaran, kerja keras dan berpeluh basah. bagaimana tidak?

Saat  liburan hari ini, saya sempatkan untuk bergabung dengan si Mbah. Ikut menjemur padi  20 karung di halaman depan rumah, meratakannya di atas terpal sepanjang 30 meter . Harus dibolak balik agar kering merata.ininmenutuhkan waktu 3 hri jika panas, bisa hingga seminggu jika cuaca mendung .

 Dari 20.karung , 5. Karungnya bisa jadi hanya gabah kosong /sekam dan sisa daun padi kering, 5 karung kulit gabah dan 10 karung barulah beras yang siap dijual.

Gabah atau padi ini, dapat ditanam kembali untuk jadi tanaman padi   gabah yang  sudah benar benar kering , kemudian direndam dalam air bening dalam wadah terbuka selama 3 hari. Diangkat tiriskan, lalu masukkan ke dalam wadah plastik tertutup selama 3 hari.

Setelah 3 hari wadah plastik dibuka, mulai tampak tunas kecil,  lalu disebar di atas tanah persawahan /tanah lembab. tunggu  hingga 20 hari hingga tunas berdaun sejengkal. 

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline