Lihat ke Halaman Asli

Harry Ramdhani

TERVERIFIKASI

Immaterial Worker

[Trilogi Final NBA] Sudah Sejauhmana Kesiapan Warriors?

Diperbarui: 2 Juni 2017   01:07

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

sumber gambar: @warriors

Semua yang mendominasi selalu menjenuhkan untuk ditonton. Apapun. Politik, prasangka buruk kepada orang lain, sampai pasangan yang suka mengatur ini-itu. Kekuasaan seperti tongkat yang absolut yang tidak bisa elak dan ditumbangkan. Termasuk (pertandingan) olahraga, saya kira. Misalnya saja Barcelona sebagai contohnya.

Memang apa yang kalian dapat dari 2 x 45 pertandingan barcelona? Bola yang dioper dari kaki ke kaki, dari daerah pertahanan ke wilayah lawan, bola dioper terus menerus, umpan terobosan, gagal, direbut kembali. Terus saja seperti itu sampai pilkada 2019 dimulai tanpa ada gol dan kemenangan. Ngng..., tunggu, sepertinya itu saya menarasikan permaianan Arsenal, bukan Barcelona. Maksudnya saya, bagaimana mungkin penonton bisa menikmati hal semacam itu? Apalagi ketika sudah menjadi industri. Penonton adalah variabel penting yang pantas diperhitungkan.

Tidak hanya sepakbola, pertandingan basket juga begitu. Khususon, NBA. Lebih khusus lagi, Golden State Warriors.

Memang tidak seperti musim lalu mereka bisa menorehkan rekor 73 pertandingan tak terkalahkan. Musim ini Warriors nampak masih mencari bentuk permainan setelah kedatangan pemain baru (baca: hebat), Kevin Durant. Pembelian ini sangat kontroversi tentunya. Selain karena ia meninggalkan tandem se-iya-se-kata Russel Westbrook di OKC, mau-tidak-mau mengubah gaya permaianan mereka yang dulu berpusat pada Stephen Curry.

Ini dugaan saya saja. Pembelian Durant rasa-rasanya telah mereka siapkan untuk menjadi juara musim ini. Final sudah pasti bisa mereka capai, tapi bisa memenanginya bukan perkara mudah. Sebab prediksi final musim ini memang sudah diperkirakan jauh-jauh hari: Warriors akan kembali bertemu Cleveland Caveliers. Seteru abadi di 3 musim terakhir ini. Untuk itulah sepertinya Warriors butuh Durant agar supaya bisa juara.

Jika kembali mengingat pertandingan final musim lalu, kita akan paham kelemahan Warriors. Mereka kerap tidak bisa masuk ke pertahanan Cleveland yang dikomandoi LeBron James. Iguodola gagal, Draymond Green juga; bahkan ia terlihat hanya berteriak kepada wasit untuk diberi hadiah lemparan bebas. Curry sempat mencoba beberapa kali dan hasilnya tidak maksimal. Bahkan dua block bisa dilakukan LeBron pada Curry. Juga beberapa kali LeBron bisa melakukan steel dan fast break yang mengesankan.

Perlu dicatat juga: baru musim lalu ada tim yang sudah kalah 3-1 kemudian bisa berbalik unggul dan juara. Tim itu Cleveland Caveliers.

Kembali ke pola permainan Warriors. Musim ini, setelah kedatangan Durant, mereka bisa dengan nyaman bertahan dan leluasa menyerang. Warriors tetap bisa bermain di wilayah 3 poin lewat Thompson dan Curry, tentu saja. Dan banyak opsi untuk masuk pertahanan Cliveland dengan mengandalkan Durant; sebagai shooter mempuni, man to man dengan pemain lain ia berani.

Durant adalah pemain yang cerdik. Saya selalu membayangkan, durant itu setengah kekuatan OKC Thunder yang kini telah dimiliki Warriors. Betapa kuat dan menakutkan, bukan?

Itulah sebabnya setiap pertandingan warriors saya selalu sebal menontonnya. Karena (1) mereka pasti mendominasi permainan dan (2) mereka pasti menang dengan margin yang jauh.

Perjalanan Warriors sepanjang playoffs pun demikian. Tak sekalipun mereka terkalahkan. Walau Durant baru bisa main di game 3 melawan New Orland Pelicans dan (ini bisa kita debatkan) menang atas San Antonio Spurs dengan cara kotor: membuat Kawhi Leonard cidera. Itu bukan saja kata saya, Gregg Popovich, pelatih Spurs, mengakuinya.

Keempat bintang warriors; Kevin Durant, Stephen Curry, Draymond Green dan Klay Thompson (yang entah mengapa selama playoffs tidak begitu baik penampilannya) selalu akan jadi kekuatan utama. Namun, Warriors nampaknya masih memiliki kartu truf pada final ini. Saya kira, Jevale McGee adalah oranganya.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline