Lihat ke Halaman Asli

Hantus Tommy

Saya bekerja di salah satu BPR (Bank Perkreditan Rakyat) di Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Bersama Kita Mewujudkan Indonesia Lebih Sehat

Diperbarui: 29 Oktober 2017   10:00

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

BPJS Kesehatan Center di RSUD Dr. Kanudjoso Djatiwibowo, Balikpapan - sumber photo: dok.hantustommy

Sejak menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diselenggarakan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, manfaat yang didapatkan adalah tidak ada biaya yang dikeluarkan alias gratis, asalkan mengikuti prosedur dan ketentuan yang telah ditentukan oleh BPJS Kesehatan.

Hal tersebut, saya rasakan dalam keluarga saya. Manfaat yang pernah dirasakan adalah waktu masih di kota Balikpapan, anak pertama kami adalah anak berkebutuhan khusus. Awalnya saya sempat berpikir tidak ada layanan kesehatan untuk anak saya yang berkebutuhan khusus tersebut. Jika merujuk jaminan kesehatan lainnya, tentunya melihat kondisi anak saya berkebutuhan khusus tersebut tidak mendaptkan jaminan kesehatan dikarenakan kondisi fisik anak saya adalah bawaan lahir.

Perawatan yang didapatkan anak pertama kami melalui BPJS Kesehatan ini adalah perawatan rehab medik (terapi untuk fisiknya). Untuk mendapatkan perawatan tersebut tentunya mengikuti tahap-tahap (ketentuan/prosedur) yang telah ditentukan oleh BPJS Kesehatan. Dengan mengikuti tahap-tahap yang telah ditentukan BPJS Kesehatan tersebut, semua biaya perawatan ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

Prosesnya Mudah dan Tidak Sulit

Manfaat yang lainnya, pada saat kelahiran anak kami yang kedua, pada bulan September tahun 2016, di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Kanujoso Djatiwibowo, Balikpapan. Anak kedua kami perlu perawatan tambahan atas anjuran dokter anak, untuk mendapatkan perawatan tersebut saya langsung menanyakan kepada petugas BPJS Kesehatan Center yang ada di RSUD tersebut.

Setelah mendapatkan penjelasan dari petugas tersebut. Saya segera menyiapkan dan memenuhi syarat yang dilampirkan yaitu: Surat rujukan yang dikeluarkan oleh dokter/Rumah Sakit, fotocopy surat keterangan lahir anak, fotocopy Kartu Peserta JKN-KIS (BPJS Kesehatan) suami/istri, fotocopy Kartu Keluarga, fotocopy KTP suami/istri. Setelah lengkap saya kembali ke BPJS Kesehatan Center untuk menyerahkan kelengkapan berkas yang telah ditentukan kepada petugas BPJS Kesehatan Center. Petugas tersebut langsung mendaftarkan melalui sistem mereka setelah didaftarkan, saya mendapatkan kartu (sementara) BPJS Kesehatan anak saya, prosesnya sangatlah mudah dan tidak sulit.

Kepesertaan BPJS Kesehatan

Untuk menjadi peserta BPJS Kesehatan, sangatlah mudah proses pendaftarannya. Bagaimana caranya? Salah satunya seperti pengalaman saya yang telah saya ceritakan diatas. Selain itu kita bisa datang ke kantor cabang terdekat di kota kita untuk mendaftarkannya. Bagaimana kalau kita jauh dari kantor cabang? Kita bisa mendaftarkannya melalui aplikasi mobile BPJS Kesehatan, dengan cara mengunduh mobile JKN dari BPJS Kesehatan di Google Play atau Apple Store. Setelah mengunduh mobile JKN dari BPJS Kesehatan, selanjutnya kita mengikuti langkah-langkah yang ada di aplikasi BPJS Kesehatan tersebut.

Sumber: BPJS Kesehatan

Pengelompokan kepesertaan BPJS Kesehatan terbagi menjadi 2 (dua) kelompok yaitu:
  • Peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan.

Peserta ini diperuntukkan bagi fakir miskin dan orang tidak mampu yang telah diamanatkan Undang-undang (UU) Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) yang iurannya dibayarkan oleh Pemerintah sebagai peserta program JKN.

  • Peserta Bukan PBI Jaminan Kesehatan.

Peserta Bukan PBI adalah a. Pekerja penerima upah dan anggota keluarganya. b. Peserta bukan penerima upah dan anggota keluarganya.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline