Lihat ke Halaman Asli

Hani Rai

Belajar jadi petani

Nasi Besek, Hampers, dan Pensiunnya Gelas Kaca

Diperbarui: 6 Mei 2024   03:27

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Sumber: pribadi @hani_rai

Katanya, di bulan Ramadan, sampah meningkat 20%. Selain sampah reguler belanja konsumsi sehari-hari, di bulan ramadan kecenderungan jajan FnB (food n beverage) meningkat. Lihat saja menjelang berbuka puasa, banyak penjual takjil yang diserbu pembeli hingga menghasilkan yang namanya takjil war.

Langkanya Nasi Besek
Beberapa acara buka puasa bersama hingga syawalan trah keluarga mengemas makanan dalam nasi kotak. Untuk meminimalisir kerepotan karena tiap orang sudah sibuk dengan keluarganya.

Karena porsinya sudah ditetapkan, maka seringkali ada makanan tersisa. Dan tidak ada yang mengelola sampah sisa makanan tersebut. Mungkin karena tuan rumah memang tidak terbiasa mengelola, sudah lelah dengan aneka acara lebaran, atau dari pihak tamu yang tak menghabiskan makanan.

Saat ini jarang ada kemasan makanan menggunakan besek dan daun pisang. Dan kalaupun ada, sangat langka dan sangat mengesankan. Syukurlah saya menemukannya dan sangat menikmati hidangan ini.

Memang, usaha makanan minuman sangat bergantung dengan kemasan. Sebut saja gelas plastik, sedotan plastik, stereofoam, mika bungkus kue, plastik klip bungkus kurma, plastik klip bungkus acar dan sambal.

Belum selesai, masih ada kotak makan berlapis plastik, sendok plastik, kertas nasi berlapis plastik, hingga plastik krupuk. Terakhir ada kresek kemasan makanan.

Mungkin harga makanannya tak sampai 50 K, namun residu plastiknya demikian banyak. Agak paradoks, perputaran uang dengan sampah berjalan beriringan. Semua tahu, jika kegiatan ekonomi sangat penting. Baik UMKM, warung makan, hingga produsen besar.

Maka tumpukan sampah akan menghasilkan residu baru, sumber bau, dan seterusnya. Dan saat lebaran, tukang sampah ikut libur lebaran. Entah berapa lama trash bag berisi sampah campur itu berdiri menunggu diangkut.

Hampers dan Printilannya
Bukan hanya makanan, hampers lebaran juga menjadi sumber sampah baru. Kemasan hampers yang cantik biasanya jadi pilihan karena semua suka. Sayangnya dari pengemasan hampers tersebut, ada berapa yang pada akhirnya berujung di tempat sampah?

Sumber : pribadi @hani_rai

Misalnya Anda membeli hijab printing. Ada yang dibungkus kemasan pouch ziplock, ada yang dikemas dengan pouch kulit sintetis, ada juga yang dikemas dengan kotak/box cantik. 

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline