Lihat ke Halaman Asli

Handoko

Laki-laki tua yang masih mencari jati diri.

Risiko dan Ancaman akibat Tertinggal dalam Sains dan Teknologi

Diperbarui: 24 September 2021   12:19

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Gbr diambil dr Kompas.com

Ketika Eropa berhasil menjelajahi ujung-ujung bumi sambil membawa senjata api di tangan, satu per satu peradaban-peradaban besar di masa sebelumnya bertumbangan.

Berbekal kemajuan dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, satu per satu, benua-benua di dunia mereka jajaki.

Negara-negara yang secara ukuran luas dan jumlah populasinya itu kecil, Inggris, Belanda, Spanyol, Portugal, bisa menjajah dan mengobok-obok seantero Afrika dan Asia. Negara besar (secara ukuran luas dan jumlah penduduk) seperti India dan China pun jadi mainan mereka.

Apalagi Indonesia yang waktu itu masih terpecah-pecah menjadi kerajaan-kerajaan yang berbeda.

------------

Sejarah sudah membuktikan berkali-kali, mulai dari jaman Romawi sampai dengan jaman-nya Marcopolo. Mulai dari jamannya Perang Dunia I dan II, dan tentu juga masih berlaku sampai saat ini.

Bangsa yang berhasil mengungguli bangsa lain dalam hal ilmu pengetahuan dan teknologi, memiliki kemampuan untuk dengan leluasa, baik secara langsung maupun tidak langsung, menjulurkan tangan dan menguasai bangsa yang kalah unggul di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. 

Yang tertinggal akan gigit jari, melihat bangsa lain jadi tuan di negerinya sendiri.

------------

Belajar dari sejarah, maka mestinya kita pun, jangan mau tertinggal dalam hal ilmu pengetahuan dan teknologi.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline