Lihat ke Halaman Asli

Guıɖo Arısso

TERVERIFIKASI

ᗰᗩᖇᕼᗩEᑎ

Pramuka Mengajarkan Disiplin dan Peduli

Diperbarui: 14 Agustus 2021   11:17

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Foto 2019| Anak-anak Pramuka SDK Pacar, Kecamatan Pacar, Kabupaten Manggarai Barat (Dok Nara Reba)

Setiap tanggal 14 Agustus kita semua memperingati Hari Pramuka. Pramuka sendiri diterjemahkan sebagai gerakan kepanduan Indonesia.

Pramuka adalah gabungan dari kata Praja Muda Karana. Praja Muda Karana kemudian diejawantahkan sebagai jiwa muda yang suka berkarya. Hal ini lebih didaraskan kepada tunas-tunas muda mulai dari tingkat Sekolah Dasar hingga Perguruan Tinggi.

Terkhusus bagi kita yang pernah melewati jenjang pendidikan dari bangku SD hingga kuliah, kegiatan kepramukaan sudah tidak asing lagi, tentu saja. Karena umumnya kegiatan pramuka selalu diadakan di sekolah-sekolah berkenaan dengan tanggal 14 Agustus.

Tujuan dari Gerakan Pramuka tak lain untuk membentuk setiap pramuka agar memiliki kepribadian yang:

  • Beriman
  • Bertakwa
  • Berakhlak mulia
  • Berjiwa patriotik
  • Taat hukum
  • Disiplin
  • Menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa
  • Memiliki kecakapan hidup sebagai kader bangsa dalam menjaga dan membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia
  • Mengamalkan Pancasila, serta melestarikan lingkungan hidup

***

Sewaktu SD dulu, saya pernah bergabung ke dalam gugus kepramukaan sekolah. Saya menyebutnya gugus, lantaran dari setiap sekolah dulunya punya gugus dan/atau kontingen pramuka masing-masing yang dikirimkan ke kota kecamatan pada saat Hari Pramuka 14 Agustus.

Di sana ada banyak kegiatan. Selain diajarkan rasa nasionalisme, juga diisi oleh kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler seperti membuat base camp (berkemah), peraturan baris siaga pramuka, main tongkat, tepuk pramuka, meneriakan yel-yel hingga mebuat api unggun.

Yang masih saya ingat pasti hingga saat ini adalah yel-yel gugus pramuka Sekolah Dasar Katolik (SDK) Pacar, tempat saya sekolah dulunya, yakni:

"Anipa.. anak inti pacar..anak inti pacar..eng eng eng.. toe toe toe..eng toe eng toe .. yessss!"

Kurang lebih bisa disaksikan seperti yang ada dalam video berikut ini:

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline