Lihat ke Halaman Asli

Gloria Manarisip

I'm just an ordinary writer who is amazed by korean and pop culture

Kerja Bareng Pramugari? Ngeselin Nggak Sih?

Diperbarui: 11 Mei 2018   03:41

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

mulpix.com/instagram/namair_sriwijayaair

Pramugari itu unik and they probably have the coolest job in the airline industry !! I mean, siapa sih yang gak akan terkagum-kagum sama iklan-nya PAN AM atau Emirates yang selalu ngangkat image pramugari mereka yang always ready to 'dress to impress'.

Pada tahun 1920, cuma orang yang punya money dalam jumlah banyak yang bisa punya kesempatan untuk travelling dengan pesawat. Dan pada waktu itu, image masyarakat Amerika tentang pekerjaan pramugari maskapai PAN AM itu bagaikan menang lottre untuk kerja di Hollywood atau se-prestisius pekerjaan sebagai model.

Aku gak akan pernah lupa waktu jaman-nya kelas training dulu, Pak Toto Nursatyo, Direktur Komersial kami nunjukkin presentasi tentang branding dan style pramugari PAN AM, dan dia cuma bilang "keren kan? bayangin aja jaman dulu udah bisa kaya gini"Yup, PAN AM bangkrut di tahun 1991, dan itu jadi tahun kesedihan para pecinta aviation di seluruh dunia.

Sekarang, siapapun yang bekerja di bagian digital marketing  airlines,  dituntutnya cuma satu 'buat sesuatu yang pasti dibeli' salah satunya lewat branding halus, so akan bermunculan ide-ide kampanye yang berbeda dari sebelumnya. Gak akan sedikit aku dan partner kerjaku, Aldo gangguin divisi operational di lantai 5 atau lantai 2 buat request pramugari untuk jadi actor/actresses dadakan di kampanye online kami.

Salah satunya yang namanya Sinar Wulandary. Kalau kamu google, kamu akan tahu kalau dia jebolan Puteri Indonesia. 

Jadi aku, yang belum pernah ketemu sama orangnya sebelumnya, sempet kepoin instagramnya dan lihat muka fierce-nya di photoshoot serta aktivitasnya sebagai model, cuma bisa cengo waktu ketemu orang aslinya. She's so down to earth and beyond lovely.

Selama shooting, kita pakai one take shoot, jadi kalau salah sekali, semuanya harus diulang dari awal. Ini konsep yang bikin capek, bahkan waktu dirundingin untuk bikin konsep yang sama buat videonya Pak Chandra Lie, CEO kita, semuanya langsung ketakutan dan kita cancel konsepnya.

Singkat cerita, selama shooting beneran takenya berkali2. Kita sampai di bandara jam 11, dan baru finish jam 5 sore. Untuk hasil video yang cuma di cut jadi 3 menit. Tapi gak pernahhhh sekalipun aku denger Mba Sinar complaint. Bahkan aku yang bawa tas begitu beratnya karena nenteng laptop, sampe dimasukkin sama dia ke koper tugasnya supaya dia yang tenteng dan bawa sepanjang shooting.

Kalau ada orang yang tanya service airlines itu apa, mungkin ada yang jawab 'kalau mereka kasih makan, kalau mereka kasih selimut..dll' tapi dibalik itu semua, service terbaik adalah dari manner pramugarinya.

Waktu travelling dengan China Airlines beberapa tahun lalu, aku sempet baca cerita yang ditulis pramugari mereka didalam In Flight Magazine, dan disitu ditulis 'gak semua orang yang naik pesawat itu dalam keadaan bahagia.

Ada yang sedih karena harus berpisah sama keluarga mereka, ada yang ketakutan karena harus memulai pekerjaan atau mulai sekolah di tempat yang baru. Oleh karena itu, peranan dari flight attendant adalah menjadikan momen terbang mereka yang cuma dalam hitungan menit atau jam itu jadi turning point. Supaya begitu mereka turun dari pesawat, mereka meninggalkan perasaan sedih dan ketakutan mereka itu dibelakang".

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline