Lihat ke Halaman Asli

M. Gilang Riyadi

TERVERIFIKASI

Author

"Friendzone": Sanggupkah Memendam Perasaan pada Sahabat Sendiri?

Diperbarui: 23 Maret 2019   20:32

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

image by dailychapter.wordpress.com

Cerita persahabatan antara laki-laki dan perempuan memang sangat menarik untuk dibahas. Bersahabat bertahun-tahun, selalu siap sedia ketika satu sama lain saling membutuhkan, dan semua momen telah dilewatkan bersama. Hanya berdua, tidak ada yang lain. Lalu salah satunya memiliki rasa, namun tidak berani untuk mengungkapkan karena takut merusak persahabatan mereka.

Kisah klasih seperti ini tidak jarang dijadikan cerita fiksi baik berupa novel maupun film. Dari karya lokal misalnya, ada cerita Ayu dan Dito di novel/film Teman Tapi Menikah. Kisah Matt and Mou yang diangkat ke layar lebar beberapa bulan lalu. Atau juga persahabatan Niki dan Natta dalam film Refrain yang sudah duluan rilis di bioskop pada tahun 2013.

Kali ini ada kisah persahabatan jadi cinta lain yang tidak kalah menariknya meski bukan cerita dari dalam negeri, melainkan Thailand. Ya, film-film dari negara tersebut tidak jarang menarik perhatian msyarakat Indonesia, terutama kalangan muda. Film ini pun sangat cocok dengan permasalahan asmara kaum milenial tentang "Friendzone" yang juga sama dengan judul film yang akan diulas kali ini.

Trailer film Friendzone sendiri sudah diketahui masyarakat Indonesia di beberapa media sosial seperti Twitter, Instagram, ataupun YouTube. Jalan cerita yang romantis namun jenaka menjadi daya tarik tersendiri bagi yang menonton. Belum lagi, ada si cantik Baifern yang sudah dikenal lebih dulu sebagai Nam di film Crazy Little Thing Called Love menjadi tokoh utama di film ini.

Kisahnya sendiri menceritakan tentang Gink (Baifern) dan Palm (Naphat Nine) yang sudah bersahabat sejak di bangku sekolah. Mereka selalu bersama dalam urusan apapun. Di prolog film pun diceritakan bahwa Palm sampai rela ke luar kota menggunakan pesawat demi menemani Gink yang sedang memata-matai Ayahnya yang diduga selingkuh.

image by rankingfilms.com

Akhirnya Palm menyadari bahwa ia menyukai Gink. Ada perasaan tidak suka ketika melihat perempuan itu dekat dengan laki-laki lain. Namun, Gink selalu berkata "Menjadi teman lebih baik, bukan?". Dari situ, Palm harus bisa bertahan bersahabat dengan Gink tanpa mengungkapkan perasaan sesungguhnya.

Di salah satu pesta pernikahan tahun 2019, Palm bertemu dengan 3 orang laki-laki yang juga mengalami nasib sama sepertinya, yaitu terjebak dalam Friendzone. Mereka menceritakan kisah satu sama lain dengan sahabatnya itu. Di sini pula Palm menceritakan bagaimana kisahnya bersama Gink selama 10 tahun ke belakang. Sehingga alur yang diberikan di film ini merupakan maju-mundur.

Palm selalu ada di saat-saat terburuk Gink, terutama ketika perempuan itu patah hati. Meski menjadi sasaran kemarahan, Palm adalah satu-satunya orang yang selalu dipercaya Gink dalam urusan apapun.

Di tengah keharmonisan persahabatan mereka, hadirlah Ted yang menjadi kekasih baru Gink di tahun 2018. Kesabaran Palm pun diuji kembali melihat kemesraan mereka. Selalu ada rasa cemburu dalam hatinya. Tapi, ia sadar bahwa hubungannya dengan Gink hanya sebatas persahabatan saja.

Konflik dimulai ketika Palm ada di Myanmar. Saat itu ia ditelepon Gink yang sedang ada di Malaysia. Demi sahabatnya itu, Palm rela langsung pergi ke Kuala Lumpur demi menemui Gink yang sedang ada masalah. Gink mencurigai bahwa Ted berselingkuh, maka dari itu ia meminta bantuan Palm untuk membuktikan rasa curiganya itu.

Hal seru selain melihat kisah Palm dan Gink, para penonton juga akan dimanjakan dengan tempat-tempat indah di Thailand yang jadi destinasi wisata favorit. Selain Thailand pun bahkan ada negara lain yang dijadikan sebagai latar cerita, seperti Myanmar, Malaysia, Vietnam, dan Hongkong. Bahkan Indonesia pun sempat disebut meski tidak dijelaskan secara detail. Penonton seakan diajak keliling beberana Negara di Asia.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline