Lihat ke Halaman Asli

Hujan: Cara-Nya Bercinta Malaikatku dan Setanku

Diperbarui: 6 Mei 2017   12:00

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Cerpen. Sumber ilustrasi: Unsplash

Kau boleh berfikir mendua pada hujan; antara gaya bercumbu Tuhan dan menggelitik hamba-Nya. Dan aku jujur sangat suka bercumbu dan merasa geli melihat candaan seriusmu. Sadarkah, manusia yang suka menganggap Tuhan itu serius tapi bercanda atau sebaliknya, Dia benar-benar Asyik. Aku saja seringkali bercakap seputar di atas bersama hujan. Hujan itu bercanda atau serius sih ?

Awalnya sih aku berpendapat bahwa bercanda itu buatku tertawa, tersenyum, bernuansa bahagia, seperti aku seringkali buat kau pembaca setia hidupku tertawa, tersenyum diseliputi malu. Sungguh romantis diriku, merayumu, menyela setiap senyumanmu dengan perasaan yang sepertinya sedikit agak kaku. Yah, itulah aku bukan Dia. Cinta pertamaku sebelum kamu, sayangku.

Serius

Malaikatku yang sering sok bercanda

Malaikatku yang sering sok serius

Setanku yang sering sok bercanda

Setanku yang sering sok serius

Dan itu aku menyukai Hujan

Dan kau beri aku Payung, maksudnya Apa ? kau ingin aku tak lagi serius dengan hujan, atau kau  malah bercanda bersama hujan ?

Atau dirimulah hujan yang selama ini mengakrabkanku dengan Malaikat dan Setanku ?

Ah.. bercanda.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline