Lihat ke Halaman Asli

Tak Apa Pegal, Demi Motorik

Diperbarui: 9 Januari 2018   02:43

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Geliga yang menyembul dari tas yang wajib bawa kalau main bersama Damar - dokpri

Motorik kasar dan motorik halus itu penting untuk pertumbuhan Damar.

Begitu gaya istri saya kalau pingin suaminya bergerak. Lah enak juga juga punya istri yang senang menggali pengetahuan kayak do'i. Memang saya juga orang yang senang melakukan observasi, tapi ya cuma sebatas googling saja di browser. Lah kalau istri kan enak, dia tergabung dalam komunitas BCJan2016 yang isinya buk-ibuk yang anaknya lahir antara akhir Desember 2015 hingga awal Februari 2016. Pokoknya emak-emak yang perkiraan lahir anaknya pada Januari 2016.

Dari sanalah kami kemudian dapat banyak sekali informasi dari mulai pola asuh, tumbuh kembang, dan lain-lain. Ya pokoknya sebagai ibu-ibu yang senasib dengan anak yang seumuran pasti masalah yang dihadapinya juga sama. Salah satunya bisa menghalau baby blues.

Selain jadi tempat berbagi cerita, ada info menarik yang kemudian saya dan istri semakin paham. Yaitu tentang motorik halus dan motorik kasar. Ini juga yang buat istri saya beli agar-agar, lalu dibuatkan mainan untuk diacak-acak Damar saat usianya belasan bulan. Sengaja tidak diberikan gula, hanya air dan agar-agar saja, lalu diacak-acak.

Damar bermain agar-agar - instagram @rhenn11

Ini untuk melatih motorik halus katanya. Apa itu?

Sejauh ini pemahaman yang saya tangkap begini, motorik halus itu otot yang bergerak sedikit, tapi perlu koordinasi tinggi dengan mata. Contoh motorik halus untuk orang dewasa seperti mengetik artikel ini. Perhatikan! Hanya jari yang menari dan koordinasi dengan mata saja untuk menghasilkan tulisan ini. Tapi di belakang itu ada otak yang secara tidak sadar memerintahkan otot jemari untuk bergerak menekan huruf yang diinginkan.

Pada balita pun sama, duduk diam dan merasakan agar-agar dengan tangannya jadi ajang pengenalan tekstur. Dan pengenalan tekstur jadi pintu gerbang untuk melatih motorik halusnya. Contoh lain latihan motorik halus pada anak itu bisa main pasir, menggambar, mewarnai dan lain sebagainya. Main game di smartphone termasuk motorik halus? Iya! Tapi jangan lah ya, kasihan otot matanya capek. Dan rata-rata anak suka 'maksa' main smartphone walau matanya capek. Bisa layu sebelum berkembang nanti otot matanya.

Selanjutnya yang juga penting adalah motorik kasar. Ini kebalikan dari motorik halus, banyak otot besar yang bergerak dan perlu energi yang besar juga. Berlari, melompat, jalan, kejar-kejaran jadi contoh yang paling umum dilakukan oleh balita terkait motorik kasar.

Damar mendorong Naya - dokpri

Main lah sama anaknya.

Itu juga siasat istri agar suaminya yang gempal ini terpaksa bergerak. Selain membakar kalori, kegiatan ini jelas sangat melatih motorik kasar pada Damar. Makanya hampir setiap akhir pekan kami ada saja jalan ke tempat-tempat yang bisa jadi tempat berlari untuk Damar. Kalau yang dekat rumah itu ada Taman Tabebuya, One Belpark, atau berenang di PGA.

Pokoknya sebisamungkin saya dan Damar ada kegiatan bersama di luar ruangan, istri pasti senang sekali. Sambil menunggu saya main dengan Damar, istri bisa leha-leha di bawah pohon rindang sambil chating-ria dengan emak-emak lain di grup BCJan2016 itu. Mungkin emak-emak di sana itu juga nasibnya sama dengan istri saya, sedang menikmati me time juga dan membiarkan suaminya main dengan anaknya. Apalagi kemarin pas kami sekeluarga ke Kebun Raya Bogor. Merdeka!

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline