Lihat ke Halaman Asli

Gatot Swandito

Gatot Swandito

Demi "Propaganda Rusia", Prabowo (Masih) Bungkam Soal Puisi Fadli Zon

Diperbarui: 10 Februari 2019   13:52

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Fadli Zon (Sumber: Detik.com)

Sulit bagi Fadli Zon untuk membantah jika kata "kau" pada puisi "Doa yang Tertukar" tidak ditujukan kepada Kyai Maimun Zubair atau yang lebih dikenal dengan Mbah Moen.

Sulit bagi Fadli Zon untuk membantah jika kata "kau" pada puisi "Doa yang Tertukar" tidak ditujukan kepada Kyai Maimun Zubair atau yang lebih dikenal dengan Mbah Moen.

Sebagaimana yang ditulis dalam artikel "Menunggu Tindakan Prabowo pada Fadli Zon yang Hina Mbah Moen"

"... doa sakral
kenapa kau tukar
direvisi sang bandar
dibisiki kacung makelar
skenario berantakan bubar
pertunjukan dagelan vulgar
..."

Siapa yang dibisiki kacung makelar?

"Kau" dalam puisi Fadli dapat ditelusuri lewat kronologi peristiwa yang melatarbelakanginya. Peristiwa ini berlangsung saat Jokowi yang didampingi Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy mengunjungi kediaman Mbah Moen di Ponpes Al-Anwar, Sarang, Rembang pada 1 Februari 2019.

Kemudian, sebagaimana biasanya, Mbah Moen memanjatkan doa. Namun kali ini Mbah Moen salah menyebut nama. Dalam doanya itu, Mbah Moen menyebut "Prabowo", bukan "Jokowi".

Atas kesalahan tersebut, Romy kemudian memberanian diri membisikan kesalahan yang baru saja dilakukan Mbah Moen dalam doanya.

Maka jelas, karena yang berbisik kepada Mbah Moen adalah Romy, maka yang dimaksud "makelar" dalam "Doa yang Tertukar" adalah Romy.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline