Lihat ke Halaman Asli

Sigit Santoso

Peduli bangsa itu wajib

Shin Tae-Yong, Geber Fisik Pemain Timnas Dulu

Diperbarui: 28 Desember 2019   23:30

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Shin Tae-Yong diperkenalkan sebagai pelatih baru Timnas Garuda (sumber kompas.com)

Publik Indonesia sudah sangat haus kemenangan timnas sepakbolanya. Apalagi capaian sangat buruk di kualifikasi piala dunia 2020 ini. Sudah tidak pernah menang dan kebobolan paling banyak. Banyaknya nama besar dari kompetisi liganya hanya tinggal nama namun ketika bertanding sungguhan drop stamina dan moralnya demikian cepat.
Shin Tae-Yong hadir diperkenalkan sebagai pelatih baru. Pelatih asal Korea Selatan itu melibas kesempatan kembalinya Luis Milla ke Indonesia. Alasannya : 

  • Pengalaman yang lebih mengkilap karena pernah mencicipi level tertinggi yaitu Piala Dunia
  • Harga yang lebih murah
  • Dan berani menjanjikan hasil yang lebih maksimal

Bukan hanya K-Pop yang merebak di Indonesia. Tapi juga bola. Etos kerja keras yang diharapkan mengemuka sehingga nasib sepak bola Indonesia tak semakin terpuruk. Dan memang itu selalu masalahnya.

Timnas U23 yang begitu perkasa di Sea Games dari awal babak, tampak kebingungan dan loyo di final lawan Vietnam setelah keluarnya Evan Dimas. Timnas digasak begitu mudah oleh militansi pemain-pemain Vietnam. Siapa pelatihnya ? Park Han-Seo dari Korea Selatan.

Sebaliknya ketika Korea Selatan di babak penyisihan grup sudah kalah 3 kali dan hanya punya kesempatan selubang Jarum karena harus menghadapi tim favorit Juara yaitu Jerman, mereka bisa tampil kesetanan. 

Meskipun tetap tak lolos tapi mereka bisa pulang dengan kepala tegak. Karena bisa menghajar hingga Jerman pun angkat koper lebih awal. Siapa pelatihnya Shin Tae-Yong dari Korea Selatan

Kalah menang itu biasa dalam pertandingan. Silih berganti itu dinamika. Namun mental juara itu harus kelihatan.

  • Siapa yang tak kenal gelandang Korea Park Ji Sung kesayangan Sir Alex Ferguson yang berlari terus menggedor lawan sepanjang pertandingan
  • Siapa yang tak kenal Ki Sung Yueng kapten timnas Korea piala dunia 2018, yang sekarang menjadi gelandang di Newcastle United
  • Dan, tentu saja Son Heung-Min striker kesayangan Mourinho di pasukan Lilywhite Tottenham Hotspur

Mereka pemain-pemain yang kuat, tak bisa dihentikan kecuali tak bisa jalan atau di kartu merah. Timnas Indonesia harus diisi dengan pemain-pemain seperti itu. Satu dua pemain saja yang bagus itu tidak cukup karena akan ditenggelamkan pemain-pemain lain yang tengah kelelahan atau demotivasi.

Maka sering kali kita melihat penyerang Indonesia sudah tinggal berhadapan dengan kiper terpleset sendiri, bolanya dengan mudah ditangkap kiper lawan, atau bahkan hanya diakhiri tembakan spekulasi yang terbang jauh melebar dari gawang.

Dengan kontrak luas sebagai pelatih timnas senior, U23, dan U20, empat tahun ke depan Shin Tae-Yong memang ditantang merombak zero to hero. Tantangan menaikkan peringkat Fifa Indonesia yang terpuruk di urutan ke 173 setidaknya setara atau bahkan paling tinggi di wilayah ASEAN dulu.

Fisik akan digeber, karena memang menjadi PR besar timnas ketika bermain.

"Saya melihat ada masalah dengan fisik pemain pada babak kedua (saat menyaksikan pertandingan Timnas U-22). Terutama ketika sudah memasuki menit 20 ke atas di babak kedua," katanya

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline