Lihat ke Halaman Asli

Fitriyani Sinaga

PEMBELAJAR | Menulis bila Senggang | Pendaki Gunung | Ruanghutani.blogspot

Episode 1: Perkenalan

Diperbarui: 3 Maret 2021   01:39

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Unsplash

Tampak embun sedang mulai meneduh, hilir angin melambai daun, semua tampak hitam.

Langit : "Tolong lihat aku!", perintahnya lirih kepadaku.

"Aku tak bisa melihatmu, hanya awan gelap yang kulihat." Jawabku sambil mencari celah cahaya

Langit pun menjawab "Tolong temani aku ulurkan tanganmu dan lihatlah keatas, sebentar lagi kan kuceritakan hidupku."

Tanpa bertanya ku ikuti perintahnya. Tak lama kemudian air turun dari atas perlahan membasahi tanah yang kupijak. Kumerasa langit ku sedang tidak baik-baik saja.

Seketika itu aku bertanya kepada langit "Ada apa gerangan?
Apa aku melakukan kesalahan terhadapmu?"

"Dingin dan kosong yang kurasa, tenang saja kamu tak ada salah denganku." Timpalnya

Sesak nafasku, tertunduk kepalaku dan membatu tubuhku mendengarmu. Gumamku "Kenapa aku seolah-olah bisa merasakannya."


 Tak lama kemudian langit bertanya lagi kepadaku
"Apa aku bisa memiliki warna biru yang dulu lagi? Apa aku bisa memberi warna jingga yang kalian tunggu setiap sore? Apa aku bisa ...."
Pertanyaan langit terhenti,

Kulihat ke atas, dia semakin tertutup oleh awan hitam yang pekat dan air langit pun semakin deras membasahiku. Tak kusadari pertanyaannya membuat air mataku menetes dan bercampur dengan air langit yang membasahiku.

Perlahan-lahan kucoba berbicara kepada langit "Hai langit, aku ingin bertanya kepadamu. Jika aku menemanimu di bawah sini setiap hari tanpa aku berteduh di bawah rindangnya pohon dan hangatnya rumah, apa kamu bisa berjanji kepadaku tidak akan seperti ini lagi?"

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline