Lihat ke Halaman Asli

Febrina NurRahmi

S1 PWK 2019 UNEJ

Proses Produksi Hingga Distribusi Pada Agroindustri Keripik Ubi Jalar di Kecamatan Pacet dan Trawas

Diperbarui: 12 April 2021   17:41

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Olahan Keripik Ubi

Istilah agroindustri atau pertanian industrial sudah tidak asing terdengar. Pengertian dari agroindustri sendiri merupakan cara pengembangan industri yang melibatkan kegiatan pertanian di dalamnya. Tentunya agroindustri memiliki tujuan dalam pengembangannya yang dapat memberikan keuntungan bagi banyak pihak. Keuntungan yang dapat ditimbulkan dari adanya agroindustri adalah memperpanjang masa simpan dari hasil pertanian yang mudah mengalami kerusakan, memberikan peluag bagi berkembangnya kegiatan industri, memperluas persebaran produk di pasaran, dan juga membantu masyarakat agar dapat mudah memperoleh kebutuhannya sesuai dengan selera dan kebutuhan masyarakat. produk yang dihasilkan dari agroindustri adalah produk jadi yang siap untuk digunakan oleh masyarakat, sehingga harapannya dengan keberadaan agroindustri ini petani dapat mendapatkan penghasilan yang lebih banyak jika dibandingkan dengan hanya menjual bahan mentah.

Kabupaten Mojokerto memiliki hasil pertanian yang melimpah karena memiliki tanah yang subur dan lokasinya yang dekat dengan gunung. Pada Kabupaten Mojokerto terdapat salah satu wilayahnya yang berlokasi di dataran tinggi, yaitu Kecamatan Pacet dan Kecamatan Trawas. Kedua kecamatan tersebut memiliki pertanian subur dengan komoditas unggulan ubi jalar dan sayur-sayuran. Ubi jalar memiliki pangsa pasar yang sempit jika dijual sebagai barang mentah, dibandingkan ketika sudah diolah menjadi makanan khas. Oleh karena itu, di Kecamatan Pacet dan Kecamatan Trawas terdapat agroindustri yang mengelola ubi jalar sebagai kripik dan opak sebagai makanan khas wisata Pacet. Keberadaan dari agroindustri kripik ini sudah merubah kehidupan masyarakat segala aspek, baik sosial ataupun perekonomian.

Perencanaan agroindustri di Kecamatan Pacet dan Kecamatan Trawas haruslah efektif dan efisien, sehingga perlu memperhatikan 6 aspek yang ada, yaitu aspek produksi, pasar, distribusi, teknologi, manajerial, dan juga sosial. Mendirikan agroindustri kripik ubi tentunya harus memperhatikan aspek produksinya yang menyangkut mengenai ketersediaan bahan baku, kualitas dan juga kontinuitas yang tentunya tedapat hubungan langsung antara petani dengan pihak agroindustrinya. Aspek pasar juga berpengaruh terhadap kesuksesan agroindustri sehingga harus mampu menembus pasar yang luas dan juga menyesuaikan dengan permintaan pasar. Proses pemasaran tentunya memperhatikan aspek distribusi yang memperhitungkan pesaing. Aspek teknologi diperlukan agar agroindustri mampu berkembang mengikuti perkembangan teknologi dan memiliki jumlah produksi sesuai dengan permintaan pasar. Aspek yang penting selanjunya adalah aspek manajerial, yaitu adanya sumber daya manusia yang dapat mengatur atau memanajemen agroindustri adar dapat berjalan secara efisien. Keberadaan dari agroindustri diperuntukkan untuk mensejahterakan manusia, sehingga terdapat aspek yang terakhir yaitu aspek sosial.

Pada Kecamatan Pacet dan Kecamatan Trawas adanya agroindustri dimulai dari mendapatkan bahan mentah atau bahan baku produksi berupa ubi jalar dari petani, dan berakhir pada sampainya hasil produksi berupa keripik ubi jalar di tangan konsumen. Kecamatan Pacet dan Kecamatan Trawas terkenal akan potensi pariwisata alamnya sehingga agroindustri kripik ubi jalar ini dapat memanfaatkan wisata sebagai pasar untuk menjual produknya. Menjalankan agroindustri keripik ubi jalar ini terdapat beberapa proses perencanaan industri pertanian yang meliputi proses memperoleh bahan baku, pengolahan bahan baku, pengemasan atau packing, dan distribusi pemasaran.

1. Memperoleh Bahan Baku

Tahapan memperoleh bahan baku ini didapatkan dari petani sekitar atau dari dalam Kecamatan Pacet dan Kecamatan Trowulan sendiri. Ketersediaan bahan mentah perupa ubi seiap tahunnya mencapai lebih dari 50 ton, sehingga sebelum adanya agroindustri di Kecamatan Pacet dan Kecamatan Trowulan ini menyebabkan banyak yang dijual murah dan tidak laku dijual sehingga menjadi limbah. Hingga pada akhirnya mampu dioleh di industri rumahan ini menjadi keripik dan opak yang lebih dapat tahan lama dan memiliki nilai jual lebih. Kemudahan memperoleh bahan baku produksi menyebabkan agroindustri keripik ubi ini dapat berkembang tanpa terhambat kekurangan bahan baku.

https://gudang-ubi-cilembu-pak-sanip.business.site/posts/1790823264129232636

2. Pengolahan Bahan Baku

Proses pengolahan diawali dengan pengupasan ubi yang telah diperole dari petani lokal. Kegiatan pengupasan ini masih dilakukan secara manual dengan hand peeler. Pekerja yang ada pada agroindustri keripik ini merupakan warga sekitar, sehingga seluruhnya berasal dari dalam Kecamatan Pacet dan Kecamatan Trawas sendiri. Jika ubi sudah dikupas maka tahapan selnajutnya adaah pemotongan dengan menggunakan alat. Kapasitas dari alat pemotong ubi yang digunakan di agroindustri ini adalah 150 kg/jam dengan ketebalan irisan yaitu 2 sampai 3 mm saja. Tahapan selanjutnya adalah ubi yang sudah dipotong tipis itu kemudian dicuci bersih dan ditiriskan agar ketika digoreng kondisinya kering. Proses penggorengan dilakukan sebanyak 2 tahapan, yang pertama dengan minyak tidak terlalu panas selama 10 menit, dan yang kedua menggunakan minyak panas selama 5 menit agar hasil penggorengan lebih renyah.

3. Pengemasan atau Packing

Tahapan pengemasan atau packing dilakukan agar tampilan produk menjadi lebih menarik, awet, kedap udara, sehingga tahan lama dan dapat dikirimkan ke luar daerah. Agroindustri keripik ini melalui proses penggorengan, sehingga sebelum dilakukan pegemasan haruslah dihilangkan minyak yang menempel di atas permukaan keripik ubi khas Pacet ini. Cara menghilangkan minyak ini dengan spinning selama 3 samapai 5 menit. Selain menghilangkan minyak yang menempel, proses spining ini akan membantu agar keripik tidak cepat teroksidasi sehingga masa simpan menjadi lebih lama. Tahapan setelah spining adalah pengemasan yang biasanya menggunakan kemasan plastik dengan ukuran sesuai permintaan pelanggan. Pengemasan dapat dibuat mulai 100 gram hingga 1 kilogram, atau dapat pula membeli grosir. Untuk mempercantik pengemasan dan memberikan identitas, maka ditambahkan label dari agroindustri kripik ubi tersebut.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline