Lihat ke Halaman Asli

Cinta Itu

Diperbarui: 16 Februari 2017   19:20

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Cinta...

Apa yang Anda pikirkan ketika mendengar kata cinta?

Pujaan hati? Kekasih?

Jika itu jawabannya, maka sama denganku hehe :)

Iyaa, cinta sering diidentikan dengan rasa suka kepada lawan jenis. Cinta bisa membuat seseorang senang atau sedih secara bergantian. Cinta adalah bahasan yang tidak pernah ada habisnya.

Aku sendiri pernah merasakan cinta, yaa walaupun lebih sering bertepuk sebelah tangan, namun setidaknya aku pernah merasakannya. Cinta memang bisa datang kapan saja dan tanpa pernah diduga. Namun satu hal yang pasti, kita tidak akan bisa memaksakan orang yang kita cinta untuk memiliki rasa yang sama kepada kita. Jadi baper eh.  Apapun itu, cinta adalah anugerah Allah yang harus kita syukuri, karena tanpa cinta, tidak ada yang bisa mewarnai hidup kita, dan tanpa cinta mungkin kita tak pernah bisa lahir di dunia ini.

Jadi apa itu Cinta?

Menurut wikipedia, Cinta adalah sebuah emosi dari kasih sayang yang kuat dan kertertarikan pribadi. Penggunaaan kata cinta juga dipengaruhi oleh arti yang diberikan oleh masyarakat. Dalam masyarakat Indonesia, cinta lebih sering diartikan sebagai suatu perasaan kepada lawan jenis, walaupun pengertian cinta yang sebenarnya lebih dari itu. Namun akibat stigma yang dibuat oleh masyarakat juga oleh bantuan media, film, lagu dan semacamnya, membuat pengertian cinta hanya sebatas kepada lawan jenis.

"Romantisme Rasulullah dan Aisyah"

Jika romantis diidentikan dengan membahagiakan pasangan atau bermesraan bersama pasangan. Ketahuilah 14 abad lalu, jauh sebelum tenarnya Romeo dan Juliet, Rasullullah telah memberikan contohnya. Rasullullah dikenal sebagai suami yang lemah lembut terhadap istrinya, beliau tak segan untuk bermain dan bermanja manja dengan istrinya. Beliau memanggil istrinya Aisyah, dengan 'Humaira'  atauyang pipinya kemerah merahan, yang membuat Aisyah tersipu malu, sehingga pipinya memerah, dan tentunya meluluhkan hatinya.

Dikisahkan di suatu malam, Aisyah cemas karena mendapati malam yang sudah semakin larut namun suaminya tak kunjung pulang ke rumah, sang suami pulang terlambat tidak seperti biasanya. Dan akhirnya, sang suami, yaitu rasulullah pun tiba, karena tidak ingin menganggu istrinya, yang mungkin sedang tidur. 

Rasul memutuskan untuk tidur di depan pintu, menggelar sorbannya, bersama dinginnya malam yang menemani, beliaupun tidur. Di sisi lain pintu, karena takut tidak mendengar ketukan pintu dari suaminya, Aisyah pun memutuskan untuk tidur di dekat pintu. Tanpa disadari,di kedua sisi pintu, kedua sejoli seolah tidur berdampingan. Adakah kisah yang lebih romantis dari ini?

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline