Lihat ke Halaman Asli

Fajar Novriansyah

Pekerja biasa

4 Alasan Menabung Haji, Nomor 4 Sudah Pasti

Diperbarui: 7 September 2020   18:21

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Sumber: Bank Danamon

Clickbait sekali bukan judulnya? hehehehe sekali kali bikin judul yang agak howt agar dilirik. Eh beneran lho saya buat judul ini selain buat di baca, ya tentu InshaAllah isinya tidak mengecewakan, sama sama memotivasi kita semua agar dapat menunaikan rukun Islam yang terakhir , jika mampu. 

Masa sih tidak mampu? Saya yakin semua juga akan mampu pada waktunya dikarena semua ada jalannya. Karena naik haji bukan hanya khayalan jika benar benar kita berusaha mewujudkannya. Tapi salah satu hal yang membuat kita lemas tak berdaya dan terkesan menunda nunda adalah kecukupan dana untuk pergi haji. Maka dari itu kita mesti optimis untuk mempersiapkannya salah satunya dengan menabung.

Karena melaksanakan ibadah haji selain menyiapkan mental dan fisik tentu menyiapkan sejumlah nominal rupiah untuk membantu berjalannya ibadah dengan tenang. Naik haji adalah Rukun Islam ke lima yang wajib dikerjakan jika mampu, dan semoga kita semua diberi kemudahan untuk ini. Mulai mempersiapkan semenjak dini adalah hal yang paling dasar dan paling mudah kita lakukan, tapi ayo bergerak jangan jadi angan angan saja.

"Dan (diantara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, yaitu bagi orang-orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana. Barangsiapa mengingkari (kewajiban) haji, maka ketahuilah bahwa Allah Maha kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari seluruh alam." QS. Ali Imran ayat 97

Menurut pendapat saya ada 4 Hal alasan mengapa kita mesti memulai perencanaan Menabung Haji semenjak sekarang, alasan saya ucap sekarang adalah karena semakin menunda nunda maka akan semakin berat kedepannya. Semakin cepat semakin mudah untuk di ringankan kedepannya, maka dari itu sejak dini kita harus betul betul memilah dan menyisihkan sebagian penghasilan kita untuk menabung.

Pertama, dampak menumpuknya antrian haji kedepannya. Bukan tanpa sebab, 2020 adalah tahun paling terpuruk untuk beragam hal, termasuk pelaksanaan Ibadah Haji yang akhirnya dibatalkan untuk banyak negara dan hanya kalangan tertentu saja yang di ijinkan untuk beribadah haji. Sedih rasanya padahal untuk sebagian orang yang telah dapat posri berangkat pasti terpukul akibat kebijakan tersebut.

Hal ini meyebabkan waktu mereka bertambah satu tahun kedepan. Lalu tahun depan akan lebih menumpuk lagi jika beberapa lainnya sudah masuk porsi haji berikutnya, membludak akibat dari antrian tahun 2020 yang tertunda. Dan semoga tahun depan dapat terlaksana dengan baik. Sehingga persoalan makin banyak jamaah yang sudah siap berangkat menumpuk. 

Dan semoga Ibadah haji tahun depan dapat terlaksana, sungguh bahagia melihat senyuman para calon jemaah saat akan berangkat ke tahan suci dan saat mereka kembali ke tanah air dengan selamat. InshaAllah pasti kita akan jadi dari bagian itu kelak, Amin.

Kedua, kesehatan akan menjadi isu paling penting. Semakin bertambah waktu maka semakin besar resiko yang akan kita hadapi, seperti kita ketahui bersama, karena pandemi Covid19 Pelaksanaan Ibadah Haji 2020 terganggu dan terbatasi, membuat faktor ini menjadi sangat penting. Jangan sampai kita pergi beribadah untuk menunaikan kewajiban dan mempertebal keimanan eh kita malah sakit akibat terjangkit Covid19. 

Jadi semakin bertambah usia kita juga makin dipertanyakan kemampuan dan ketahanan fisiknya, tidak di pungkiri ibadah ini lebih banyak dilakukan dari sekor gerak. Semakin lama waktu tunggu kita maka akan semakin tua kita juga kedepannya. Ya menjadi tua memang sudah menjadi hal yang tidak bisa di tolak.

Sekarang sudah berumur 31 tahun dan waktu tunggu DKI Jakarta adalah 21 tahun maka kemungkinan saat saya hendak berangkat haji adalah umur 52 tahun. Apakah masih kuat kah saya membawa tubuh ini untuk beribadah? Saya menyesal sekarang mestinya saya memprioritaskan ini dari saat muda dahulu, karena dengan Haji Muda kemungkinan saya kini telah berhaji atau setidaknya sedang menunggu agar segera diberangkatkan.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline