Lihat ke Halaman Asli

Erviana ADH

Selamat membaca

Yuk, Kenali Faktor Risiko Hipertensi Sejak Dini

Diperbarui: 13 Januari 2020   15:36

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

https://www.uihere.com

Mungkin Anda sudah familiar jika mendengar istilah hipertensi, bukan ? Hipertensi atau  tekanan darah  tinggi yaitu satu dari banyak jenis penyakit tidak menular  yang banyak diderita  masyarakat dari usia dewasa hingga lansia.  

Kasus hipertensi yang  semakin marak dan terus meningkat dari tahun ketahun. World Health Organization (WHO) menyebutkan terjadi peningkatan setiap tahunnya, tahun 1975 terdapat 594 kasus hipertensi dan pada tahun 2015 meningkat hingga 1,13 miliar orang yang menderita hipertensi di dunia. 

Tidak hanya itu, data dari Rikesdas tahun 2013 menyatakan bahwa prevalensi kasus hipertensi penduduk Indonesia usia 18 tahun keatas sebesar 25,8%. Sementara itu, pada tahun 2018 terjadi peningkatan prevalensi menjadi 34,1%. 

Dari data tersebut maka hipertensi perlu mendapatkan penanganan yang lebih intensive dari semua pihak agar kasus hipertensi tidak semakin meningkat.

Sebelum membahas faktor resiko penyebab hipertensi, Anda perlu mengetahui apa itu hipertensi.  Menurut WHO, Seseorang dapat dikatakan hipertensi apabila terjadi peningkatan tekanan darah dimana sistolik 140 mmHg dan diastolik 90 mmHg. 

Silent killer menjadi sebutan dari hipertensi atau tekanan darah tinggi, karena banyak dari penderitanya sering mengetahui setelah terjadinya komplikasi penyakit tersebut. Sehingga diperlukan pemantauan kadar tekanan darah secara rutin agar tidak terjadi komplikasi bahkan kematian akibat hipertensi.

Anda mungkin bertanya-tanya, apa saja faktor resiko yang dapat menyebabkan hipertensi. Faktor resiko yang pertama yaitu asupan natrium  yang berlebih. Asupan natrium yang kita konsumsi secara berlebih ternyata dapat memicu tekanan darah tinggi atau hipertensi. 

Berdasarkan hasil sebuah penelitian menyatakan bahwa natrium sebagai komposisi cairan ekstraseluler memiliki pengaruh sangat penting dalam menjaga keseimbangan asam basa dan cairan tubuh sehingga dapat mempengaruhi tekanan darah jika dikonsumsi berlebih. 

Hal tersebut diperkuat dengan sebuah jurnal yang menjelaskan bahwa asupan diet natrium dapat mempengaruhi peningkatan kadar tekanan darah dalam tubuh. Oleh sebab itu, diperlukan pembatasan asupan natrium sebagai pencegahan terjadinya tekanan darah tinggi.

Faktor risiko penyebab hipertensi yang kedua yaitu konsumsi alkohol. Konsumsi alkohol yang berlebih dapat memicu peningkatan tekanan darah secara signifikan. Berdasarkan kajian yang telah ada membuktikan bahwa konsumsi alkohol dapat menimbulkan resitensi endotelin, peningkatan stimulasi saraf simpatik dan menghambat zat rileksasi pembuluh darah. 

Hal tersebut dapat menimbulkan terjadinya peningkatan tekanan darah tinggi atau hipertensi. Sehingga diperlukan pembatasan konsumsi alkohol serta pemberian edukasi mengenai pengaruh alkohol terhadap kadar tekanan darah sebagai upaya pecegahan terjadinya hipertensi.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline