Lihat ke Halaman Asli

Erni Wardhani

Guru, penulis konten kreator (Youtube, Tiktok), EO

Ketika Mas Gibran Mencopot Masker Seorang Anggota Paspampres

Diperbarui: 14 Agustus 2022   15:14

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Foto: dok. 20detik

                                                                                    Foto: dok. 20detik
Trendingnya  berita pencopotan masker yang dilakukan Gibran Rakabuming kepada anggota Paspampres yang bernama Hari Misbah di Twitter menarik minat saya untuk menyimak video berdurasi sekitar 2,35 menitan yang dibuat oleh akun youtube Kompas.com. 

Di sana diperlihatkan Mas Gibran  mencopot masker anggota Paspampres yang sedang meminta maaf terhadap pengemudi yang telah  dianiaya. Wajah Mas Gibran yang mulutnya ditutupi masker putih terlihat marah dan kesal. 

Dia mendengarkan dari belakang dan menyimak apa yang dikatakan anggota Paspampres yang menjadi pelaku pemukulan. Ya, setelah melihat video tersebut, saya dapat merasakan kekecewaan seorang Walikota Solo. Terlihat dari raut muka Mas Gibran. Tidak seperti biasanya. Biasanya Mas Gibran selalu menampilkan sisi kehidupannya yang ramah, santai, humoris, dan apa adanya.

Insiden yang menyebabkan Mas Gibran marah bermula saat anggota Paspampres menjadi tim pendahulu dari kunjungan Presiden Joko Widodo ke Solo,  Jawa Tengah. Saat itu mobil anggota Paspampres menerobos lampu lalu lintas yang sudah berwarna merah dan menabrak mobil truk dari arah samping yang melintas di perempatan Simpang Empat Girimulyo, Manahan- Solo Jawa Tengah (posisi lampu lalu lintas sudah berwarna hijau). 

Hari merasa bahwa truk tersebut menghambat perjalanannya. Pada saat itu dia sedang tidak menjalankan tugas sehingga tidak dalam keadaan terburu-buru.

Akibat kejadian tersebut, anggota Paspampres memukul sopir truk tersebut, lantas mengambil KTP sopir dan meminta ganti rugi untuk semua kerusakan.

Foto: Twitter/@txtdrberseragam

Kasus menjadi viral setelah ada yang mengunggah kejadian ini lewat media Twitter dan kebetulan dibaca oleh Gibran. Yang mengunggah adalah anak dari sopir truk tersebut dengan membeberkan kronologis kejadian. Setelah terbaca, sang Walikota berjanji akan mencari pelaku pemukulan untuk menindaklanjuti. 

Kemudian Gibran meminta pihak Pampaspres agar menindak anggotanya dan tidak hanya cukup dengan meminta maaf saja terhadap pengemudi truk yang sudah dianiaya. Gibran tidak terima warganya diperlakukan seperti itu dan merasa pengemudi truk tidak bersalah. Selanjutnya merasa bertanggung jawab untuk melindungi warganya.

Sanksi menghalangi Konvoi Mobil Presiden

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline