Lihat ke Halaman Asli

Edy Priyatna

TERVERIFIKASI

Karyawan Swasta

Menagih Mata Hati

Diperbarui: 31 Mei 2016   22:23

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Semampang itu sekedar meniti eksak hati teraniaya bukan dinyana

kelihatan anda tetap selalu siap mendengar bahwa kau terlambat

tiga menit telah bila akan berirama hati patut apa jadinya jantung

sebagai api dalam sekam nan memercik keadaan disekeliling kami

mungkin hadirmu dalam mimpiku adalah karena cinta hidup matikah

mengering dalam kesunyian hingga penjelajah nasibnya tak pasti

Keadaan ini aku ingin mengawinimu saat petus tunggal godok

mematangkan hati para petani saat daun-daun bernyanyi disiram

gerimis lalu kukabarkan namamu sebagai pengantin paling basah

siang pada catatan terpahat tak pernah tetapbatin gemulai terirama

musim ini juga akan aku sewa riak sungai-sungai mengalir dihatimu

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline