Lihat ke Halaman Asli

Lilik Fatimah Azzahra

TERVERIFIKASI

Wiraswasta

Ketika Hutan Pinus Tak Lagi Sekedar Hutan

Diperbarui: 2 Oktober 2017   12:28

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

foto dokumen pribadi, HPS

Hampir dua bulan terjebak rutinitas pekerjaan membuat otak saya jenuh. Bersyukur anak lanang memahami. Melihat emaknya mulai sensi, Minggu kemarin, awal bulan Oktober 2017 ia menawarkan jalan-jalan alias mbolang. Tentu saja tawaran itu saya terima dengan riang gembira.

Kali ini anak lanang membawa saya ke daerah Wajak-Kab. Malang. Arah timur dari pusat kota. Di tengah jalan, anak lanang memberitahu bahwa kami akan berburu hutan pinus. Ia katakan berburu, sebab kami akan mengunjungi 3 hutan pinus sekaligus.

Awalnya saya berpikir, apa sih menariknya dolan ke hutan pinus? Paling-paling hanya melihat deretan pepohonan, tak lebih dari itu.

Tapi saya keliru. Sesampai di tempat tujuan, ternyata banyak sekali hal menarik yang bisa saya dapatkan dan renungkan terlepas dari merefresh otak yang sudah penuh.

Wisata Kampoeng Enem

Kampoeng Enem merupakan kawasan wana wisata yang dikelola oleh perhutani setempat. Terletak di desa Patokpicis, Wajak-Kabupaten Malang, wahana ini memiliki area yang sangat luas dan lokasinya mudah dijangkau. Meski akses jalan masih dalam pembenahan, namun sudah lumayan bagus. Bisa dilewati oleh kendaraan roda 4. Yang menarik, saat memasuki area wahana kita tidak dipungut beaya tiket masuk. Hanya dikenakan ongkos parkir sebesar Rp5000,00.

Di Wana kampoeng Enem selain bisa jeprat-jepret mengabadikan pemandangan alam sekitar, pengunjung juga bisa bersantai ria melepas lelah di atas rumah-rumah pohon sembari menikmati desau angin dan kicau burung.

Ada juga beberapa pembalap motor amatir yang memanfaatkan area hutan sebagai ajang berlaga. Semacam sirkuit.

Dokumen Pribadi, Rumah Pohon Kampoeng Enem

Dokumen pribadi

Wisata Hutan Pinus Semeru

Satu jam kemudian kami meninggalkan Kampoeng Enem melanjutkan perjalanan ke daerah Turen, wilayah lain di Kota Malang. Anak lanang membawa saya meluncur menuju wisata Hutan Pinus Semeru atau biasa disebut HPS. HPS berbeda dengan hutan Kampoeng Enem. Pepohonannya tumbuh di atas tanah berpasir lembut nan hitam. Suasananya juga terkesan lebih rindang dan lembab.

HPS juga dikelola oleh perhutani setempat dan masih dalam tahap pengembangan. Sama dengan Kampoeng Enem, kami hanya membayar ongkos parkir sepeda motor sebesar Rp5000,00 saat memasuki area.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline