Lihat ke Halaman Asli

Eko Irawan

Menulis itu Hidup

Refleksi Menuju Artikel Ke-900 Tayang di Kompasiana

Diperbarui: 13 Januari 2022   14:24

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Refleksi menuju artikel ke -900 (dokpri Eko Irawan)

Artikel ini adalah Refleksi menuju artikel ke - 900 yang tayang di Kompasiana. Sebuah proses membangun konten kreatif dalam dunia literasi. Terhitung sejak tanggal 25 Januari 2021, saat tayang menuju artikel ke -500, (baca di link berikut ) hingga hari ini, tanggal 13 Januari 2021, saat tayang menuju artikel ke - 900, ternyata belum genap setahun, capaian artikel mencapai tambahan kuantitas sejumlah 400 artikel. Syukur Alhamdulillah dengan capaian tersebut, dan semoga kedepan bisa lebih meningkatkan kapasitas dan kualitas dari konten kreatif yang saya buat di masa masa mendatang, tentunya dengan inovasi dan keragaman terbaru. 

Berikut ulasan refleksi menuju artikel ke - 900. Semoga artikel artikel saya bisa menginspirasi dan memberikan banyak manfaat pada para pembaca Kompasiana sekalian.

Jadi Kompasianer itu, Luar Biasa

Bagi saya, menulis itu hidup, dan hidup itu berdinamika dengan narasi, gagasan dan opini. 

Artikel ini menjadi semacam kaleidoskop kiprah saya didunia literasi, khususnya di Kompasiana. Saya masih merasa belum melakukan apa apa, namun minimal saya bisa memberikan inspirasi dan informasi pada para pembaca Kompasiana.
Kepekaan menulis  terhadap tema aktual, ternyata kadang saya tinggalkan, sehingga artikel saya kadang tidak up to date, sehingga kurang menarik minat para pembaca dan kurang mendapat apreasi dari para kompasianer lain. Dari segi judul, ternyata saya belum mampu memberikan judul yang ciamik. Judul adalah kalimat awal yang sangat krusial. pembaca akan tertarik membaca artikel tersebut saat tata kata kalimatnya menarik minat. Soal isi materi artikel,  sekalipun diusahakan sebaik mungkin, namun judulnya tidak memikat, pasti tak ada yang minat membaca lebih dalam. Sebuah judul yang tak menarik, endingnya hanya judulnya saja yang dibaca. Tujuan akhir dari penulisan artikel tersebut, tidak tercapai, karena isi artikel tidak terbaca. Hal ini saya rasakan dari viewer yang membaca per artikel yang tayang ternyata sangat minim. Bahkan admin Kompasiana juga tak memasang label artikel pilihan, pas sudah, dijamin artikel tersebut hanya terpajang di beranda profil milik sendiri.
Evaluasi terhadap kapasitas branding nama saya juga berpengaruh terhadap apresiasi sesama kompasianer. Memang dibutuhkan perjuangan ekstra agar mencapai yang terbaik. Dalam ajang Kompasianival akhir tahun 2021 kemarin, saya merasa malu untuk mengusulkan diri sendiri maju dalam ajang yang diselenggarakan. Tak etis rasanya di event besar seperti tersebut saya mengajukan nama sendiri. Saya maklum, saya bukanlah siapa siapa sehingga kapasitas saya belum layak diajukan sebagai prioritas untuk nominasi tertentu, jadi akhirnya saya harus menjadi diri saya sendiri. Kembali ke titik nol, dimana saya bukanlah siapa siapa dan mewajibkan diri sendiri melakukan introspeksi terhadap apa yang saya capai selama ini.  Namun saya tetap bersyukur, ternyata jadi kompasianer itu Luar Biasa.

Capaian Saya sebagai Kompasianer

Saya bangga menjadi salah satu penulis kompasiana karena disinilah wadah orang orang hebat dari beberapa profesi dan latar belakang. Dibanding saya menulis di platform medsos atau di blog pribadi, sebagai kompasianer saya dipaksa belajar dan meningkatkan kapasitas pribadi secara signifikan. Saya mencoba one day one artikel ternyata juga belum bisa maksimal, meskipun saya kadang menulis sehari bisa 2-3 artikel. Agar saya tetap menulis, saya memaksa diri menulis dengan cara membuat artikel berseri atau bersambung. Itu yang saya lakukan diparuh kedua tahun 2021 kemarin. Dengan cara demikian, saya sedang menyusun sebuah artikel besar dengan resource data yang harus besar dan lengkap juga. Saya dipaksa belajar, mengumpulkan data literatur dan riset mendalam terhadap apa yang saya tulis. Dengan artikel besar tersebut, dikemudian hari saya minimal bisa menawarkan naskah saya tersebut untuk diterbitkan jadi buku atau e book.
Jadilah saya berlatih dan terus berlatih di Kompasiana untuk menjadi penulis dahsyat. Itulah kesibukan saya belakangan ini, selain saya juga belajar teknik fotografi untuk memberikan ciri unik pada setiap artikel yang saya buat. Berikut beberapa cover artikel yang sudah tayang di Kompasiana dan diantaranya saya buat berseri atau bersambung.

Seri novel stri Nareswari #10 (dokpri Eko Irawan)

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline