Lihat ke Halaman Asli

10 Tips Mengajarkan Berbisnis dan Menumbuhkan Jiwa Wirausaha

Diperbarui: 7 April 2019   12:26

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Karier. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Freepik

Kegiatan berbisnis terbuka bagi siapa saja yang memiliki niat, pekerja keras dan sifat pantang menyerah. Tua, muda, pria, wanita, bahkan anak pun mulai bisa diajari bagaimana menumbuhkan sifat seorang entrepreneur.  

Saat ini, yang menjadi fokus utama orang tua adalah bagaimana anak mampu mempunyai nilai yang baik di bidang akademisnya. Menjejali berbagai kursus ketika anak tidak mampu mencapai batas nilai di bidang tertentu. Orang tua lupa bahwa ketika si anak sudah besar nanti ia harus mampu memenuhi kebutuhannya sendiri dan mencari uang sendiri. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk mulai mengajarkan anak untuk mencari uang yang halal, misalnya berniaga. Sehingga, ilmu bisnis pun akan memberikan jejak positif bagi anak saat ia dewasa kelak.

 Ada sepuluh langkah mengajarkan anak berbisnis dan mengarahkannya agar berjiwa wirausaha.

1. Membuat Goal

"Apakah kalian tahu bahwa 80 persen goal yang ditulis itu besar kemungkinannya dapat terwujud? Itu sangat mungkin.

Pertama, minta anak menulis daftar goal impian mereka. "Goal" di sini merupakan tujuan utama yang kemudian akan menjadi fokus perhatian anak untuk diraih. Arahkan anak untuk membuat goal yang bisa dicapai oleh mereka, misal anak ingin mempunyai tas ransel baru sedangkan harganya sekian sehingga ia harus mengumpulkan uang sekian. Dalam pelaksanaannya, orang tua akan memberikan semangat dan memberi daftar langkah-langkah untuk meraih goal tersebut. Tidak lupa orang tua mengajak anak untuk menelaah perlu atau tidaknya goal yang dibuatnya tersebut.

2. Memuji

Kedua, ajarkan anak menemukan peluang. Caranya yakni dengan memuji anak acap kali ia menemui masalah meski itu kecil, kemudian membimbing mereka. Puji mereka meski buah hati tak mampu menyelesaikan masalah itu dengan benar, misal ia tak mampu meraih benda tinggi, katakan kepadanya, "Wah, anak Ummi hebat sekali mau mengambil barang sendiri. Tapi enggak sampai ya? Kalau belum sampai, coba ambil bangku dan kamu naik ke bangku itu. Nanti kamu akan bisa mengambil barangnya." Kebiasaan tersebut menurut Spires merupakan brainstrom solutions yang akan mengajarkan anak fokus pada solusi daripada masalah itu sendiri. Sehingga ketika kelak ia menjadi seorang wirausaha maka ia akan mencari solusi terhadap masalah yang ia hadapi.

3. Ajarkan Perihal Uang

Ajarkan anak untuk mengatur keuangan. Kemudian langkah berikutnya yakni ajarkan anak agar mereka melek finansial. Orang tua dapat mengajarkan anak bagaimana harus menyisihkan sebagian uangnya. Hasil dari penjualanya, Sahabat Abi Ummi bisa membuatkan mereka rekening tabungan sendiri.

4. Biarkan Anak Berkreasi

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline