Lihat ke Halaman Asli

EDROL

Petualang Kehidupan Yang Suka Menulis dan Motret

Teror Bom Sarinah: Antara Kecolongan, Gagap dan Guyonan serta Slogan Anti Takut

Diperbarui: 15 Januari 2016   18:20

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

[caption caption="Amunisi Teroris Thamrin (sumber: tribun banjarmasin)"][/caption]Saya selaku warga Jakarta menghaturkan turut berdukacita atas jatuhnya korban jiwa dan korban luka pada peristiwa aksi ledakan dan teror dalam rangkaian kejahatan kemanusiaan luar biasa yang dikenal dengan “kejahatan terorisme” di kawasan Thamrin Jakarta.

Kompilasi Kronologi Teror Thamrin

Kurang lebih kronologi yang  dapat saya sadur dari pemberitaan media  sebagai berikut : Kamis, 14 Januari 2016 sekitar pukul 10.00 WIB, peristiwa aksi yang arena awalnya dipusatkan di pusat perbelanjaan Sarinah Thamrin (pertempuran tertutup) yang menurut keterangan saksi mata di media massa dieksekusi oleh 2 (dua) tim masing-masing berjumlah 3 (tiga) orang sehingga total 6(enam) orang menjadi bergeser ke jalanan kawasan jalan Thamrin (pertempuran terbuka).

Berdasarkan informasi dari saksi pewarta foto (http://www.tempochannel.com/detail/videos/editor-s-choice/video/4703897958001/di-balik-foto-kronologi-penembakan-sarinah?autoStart=true), saya koreksi kronologi tulisan siang hari ini. Ledakan pertama terjadi di dalam kafe starbuck di menara cakrawala. Ledakan pertama dalam kafe membuat gedung sempat bergetar dan mengakibatkan luka pada pengunjung kafe. Kemudian dari kafe ini, salah satu pelaku diiringi dengan teamnnya  menyebrang jalan menuju resto cepat saji yang di sarinah (http://megapolitan.kompas.com/read/2016/01/15/06550061/Bantu.Korban.Ledakan.di.Starbucks.Satpam.Ini.Dimaki-maki.Teroris.?utm_source=RD&utm_medium=box&utm_campaign=kpoprd ).Namun karena kewaspadaan dari petugas satpam Sarinah menjadi kunci pengalihan arena, dimana petugas satpam mencurigai seorang pemuda  sembulan dalam pakaian pelaku layaknya bom badan sehingga segera mengamankan dan berhasil membawa pelaku ke pos polisi perempatan Thamrin dan Wahid Hasyim walaupun saat akan masuk ke pos polisi, satu tim sebutlah tim pendukung terdiri dari 3 orang pelaku melarikan diri seiring dengan ledakan bom pertama (bom bunuh diri) dari tim inti (pengantin) yang sudah masuk ke dalam pos polisi pada pukul 10.30 WIB.

Tim pendukung yang menggunakan pakaian kasual tanpa topeng langsung berbaur dengan kerumunan massa sehingga sulit membedakan mana warga sipil mana pelaku teror. 3 (tiga) orang dari tim pendukung ini  leluasa melangsungkan aksi penembakan kepada aparat keamanan yang berusaha membekuk. Bahkan patut diduga ada personil penembak jarak jauh (snipper) bagian dari pendukung tim terror yang  turut menembakkan  dari atas gedung dekat perbelanjaan Sarinah (gedung mana belum jelas pengungkapannya) yang mampu membuat kacau barisan aparat keamanan. (Bisa jadi total personil pelaku teror berdasarkan informasi yang beredar adalah 7 (tujuh) orang atau lebih)

Singkat cerita,  berdasarkan keterangan hari ini di media massa dan pihak kepolisian. Pukul 15.00 WIB, lokasi Thamrin dinyatakan steril oleh pihak keamanan. Total ada 6(enam) kali ledakan bom saat peristiwa berlangsung.  5 (Lima) pelaku teror meninggal dunia, 2 orang tewas akibat bom bunuh diri sementara 3 (tiga) orang berhasil dilumpuhkan dan akhirnya tewas. Total korban saat ini berjumlah 24 (dua puluh) empat orang dimana didata ada  7 (tujuh) orang  korban meninggal dunia dan selebihnya adalah korban luka berat dan luka ringan mendapatkan perawatan  intensif dan menjalani operasi di beberapa RS Jakarta.

Informasi berita kronologi  teror masih simpang siur, tidak tertutup kemungkinan kompilasi informasi yang saya sampaikan belum cukup akurat.

Tambahan (15 Januari 2016 pukul 18.20 WIB), saya menambahkan kronologi berdasarkan dari laman media nasional (http://koran.tempo.co/konten/2016/01/15/391499/Serangan-Ala-Paris-di-Jakarta ), dapat pembaca turut simak

 

[caption caption="Kronologi Teror Bom Sarinah (sumber: koran tempo)"]

[/caption]

Benarkah Kepolisian dan BIN Kecolongan ?

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline