Lihat ke Halaman Asli

Versi Dialog : Tuhan, mengapa mereka bisa begitu? (seri 1)

Diperbarui: 26 Juni 2015   08:19

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Gadget. Sumber ilustrasi: PEXELS/ThisIsEngineering

Suatu pagi saat hujan gerimis, aku mencoba berdialog dengan Sahabat Kehidupan.

Aku : Tuhan, terima kasih atas anugerahmu untuk memeberi kesempatan aku hidup hari ini!

Tuhan : Tidak masalah, terima kasih kamu masih bisa bersyukur !

Aku : Bersyukur..... bagaimana aku bisa bersyukur, hari ini aku masih harus kerja tiap hari, masih ini ... masih itu....

Tuhan : Memang harus bagaimana ?

Aku : Tuhan, coba bayangkan hidupku saat ini, tiap pagi harus bangun pagi, mandi cepat-cepat, sarapan pagi pun kadang gak sempat. Belum lagi repotnya mengejar bis umum, behimpitan dengan orang lain dengan bau tubuh yang bermacam-macam. (Uh.... aku menghela nafas, mengambil nafas panjang sejenak).

Tuhan : Mhhmmn... (Tuhan mulai serius memperhatikan).

Aku semangat untuk berkeluh kesah setelah lihat Tuhan serasa udah siap mendengarkan semuanya.

Aku : Coba bayangkan perjalanku menuju kantor, kadang macet, bahkan menurut berita Jakarta makin macet dan tak terhindarkan lagi. Tuhan, perhatikan jalanan di Jakara saat ini. Belum lagi nanti aku telat di kantor, walau hanya telat lima menitan, tapi atasanku udah siap menyemprot. Belum lagi beban tugas kantor yang kadang gila-gilaan...  Tuhan ini baru separuh atau bagian kecil dari hidupku.

Tuhan : Terus?! (Wajah Tuhan makin serius saja)

Aku : (sambil berpikir dalam hati, apakah Tuhan serius mendengarkan aku?) Coba bayangkan... dengan beban yang segitu, bagaimana aku bersyukur?

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline