Lihat ke Halaman Asli

Dwi Klarasari

TERVERIFIKASI

Write from the heart, edit from the head ~ Stuart Aken

Memasarkan Tanpa Melakukan Pemasaran

Diperbarui: 30 Juni 2020   20:46

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Foto: Gerd Altmann, Pixabay

Belum lama ini seorang sepupu bertanya via WA mengenai pilihan platform menulis. 'Menurut Mbak, platform menulis yang okay saat ini kompasiana atau di xxxxxx ya? Atau plus-minus keduanya apa ya?' Begitu pertanyaannya.

Dengan jujur saya katakan tidak bisa memberi pendapat. Saya tidak mungkin membuat perbandingan karena belum pernah menulis di platform xxxxxx. Untuk media warga (citizen media) saya hanya punya akun kompasiana, yang bahkan sudah serupa rumah kedua bagi aktivitas menulis saya.

Walaupun begitu, saya coba juga mengintip platform yang disebutkan sepupu saya. Hitung-hitung memperluas wawasan. Ketika sedang asyik mempelajari platform tersebut, sepupu saya kembali mengirim pesan. 'Mbak pernah kerja sama pasang iklan di kompasiana?', begitu pertanyaannya.

Seraya tersenyum sendiri saya balas dengan kalimat tanya 'Sebenarnya kamu ini mau nulis atau pasang iklan di kompasiana?' Seraya mengirim ikon "tertawa terbahak-bahak" dia jawab 'dua-duanya'.

'Selama ini kalau Mbak nulis banyak gak viewer-nya?' (Waduh, segera saja cek-ricek!) Pembaca tulisanku bervariasi dari puluhan sampai ratusan. Satu dua artikel dibaca ribuan orang karena beruntung dipilih sebagai artikel utama. Rekor tertinggi pernah mencapai 30 ribuan pembaca meskipun bukan artikel utama. Boleh jadi karena tulisan tersebut sudah lama "nongkrong" di sana!  

Intinya, 'Jumlah pembaca kompasiana itu ya ribuanlah! Usia blog keroyokan ini 'kan sudah hampir 10 tahun. Jika tulisan yang diunggah menjadi trending, pembacanya bahkan bisa mencapai puluhan ribu atau bahkan ratusan ribu dalam rentang waktu tertentu'. Demikian saya meyakinkan dia.

Entahlah mungkin terkesan ngecap, tetapi ketika itu saya memang teringat pernah membaca artikel rekan kompasianer yang menceritakan bahwa artikelnya pernah tembus ratusan ribu pembaca. Belakangan bahkan sampai mencapai sejuta lebih.

Tidak ada maksud berlebihan. Niat saya hanyalah memotivasi agar sepupu saya turut berminat menulis di media warga ini-bila memang motivasinya ingin dibaca banyak orang.

Saya pernah meresensi buku Kang Pepih berjudul Kompasiana Etalase Warga Biasa tentang seluk beluk kompasiana.com. Kendati demikian saya tidak hafal berapa anggota maupun jumlah pembacanya. Satu hal yang pasti media ini berkembang sangat pesat.

Sekilas saya ingat ada lebih dari 70 ribu kompasianer dengan ratusan artikel per hari. Sementara kunjungan pembaca per bulan bisa mencapai 6-7 juta. Bila dibandingkan dengan platform yang disebut sepupu saya sudah pasti kompasiana berada jauh di depan.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline