Lihat ke Halaman Asli

Dody Kasman

TERVERIFIKASI

Manusia Biasa

Review MV "Hati-Hati di Jalan," Mengejutkan & "Out of The Box"

Diperbarui: 12 April 2022   23:32

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Tangkapan layar YouTube Tulus - "Hati-Hati di Jalan"

Setelah sukses membuat netizen baper dengan single “Hati-Hati di Jalan”, Tulus kembali memberikan kejutan dengan meluncurkan video musik resmi (official music video) “Hati-Hati di Jalan,” Minggu (10/4/2022) tepat pukul 20.00 WIB. Video lirik resmi (official lyric video) single ini sudah terlebih dahulu rilis bersamaan dengan rilis album “Manusia” tanggal 3 Maret 2022 yang lalu.

Kali ini Tulus kembali memberikan kejutan dan mungkin di luar ekspektasi netizen terutama Teman Tulus. Video musik “Hati-Hati di Jalan” benar-benar dikemas berbeda, “out of the box” dan mungkin jauh dari imajinasi sebagian besar pendengarnya. Sebelumnya, lirik video yang hanya menampilkan layar biru dengan lirik lagu sepanjang 4 menit 2 detik membuat pendengarnya bebas berimajinasi. Ini juga yang membuat pendengarnya menjadi baper, mengingat masa lalu, seolah mengalami kembali, atau bahkan seperti mengalami, bahkan untuk mereka yang tak pernah punya pengalaman berpisah semacam itu.

Saya sendiri berimajinasi video musik single ini diperankan oleh artis yang punya kapasitas dan sedang populer saat ini, seperi Abimana Aryasatya dan Tatjana Saphira. Atau bisa juga Tulus sendiri sebagai pemeran utama. Kemudian dikemas ala-ala drama korea atau film pendek sebagaimana beberapa video klip sebelumnya. Tapi ternyata tidak demikian adanya. Meski secara garis besar alur ceritanya sudah nyambung dengan lirik lagu, namun membuat saya sempat kaget dan mengernyitkan dahi.

Dibuka dengan suasana pantai plus deburan ombak kemudian sekilas suasana dunia bawah laut dengan terumbu karangnya. Yang muncul selanjutnya bukan sosok manusia tapi sesosok mahluk besar berbulu lebat berwarna abu-abu dengan dua bola mata bulat. Dari pantai, sosok mahluk tersebut kemudian terus berjalan menyusuri hutan hingga bertemu dengan sesosok mahluk serupa, tapi dengan warna beda, kuning.

Rupanya dua mahluk ini menggambarkan “asam” dan “garam” yang tersebut dalam lirik “Hati-Hati di Jalan.” Pada kolom komentar ada yang menyebutnya sebagai “mahluk laut” berwana abu-abu sebagai penggambaran garam. Sementara “mahluk gunung” berwarna kuning sebagai penggambaran asam. Keduanya pun bertemu menjalin hubungan dan selalu bersama kemana mereka pergi. Namun sebagaimana lirik lagunya, akhirnya mereka berdua harus berpisah, menempuh jalannya masing-masing. Meski diperankan dua mahluk berbulu, masih bisa sangat terasa kesedihan saat mereka harus berpisah.

Menonton video musik “Hati-Hati di Jalan” seolah kita sedang menyaksikan film pendek dengan sentuhan dokumenter ala National Geographic. Beberapa scene menunjukkan fenomena alam dan keindahannya, seperti suasana pantai dengan deburan ombak hingga dedaunan dan pepohonan lebat di hutan pegunungan.

Video klip ini benar-benar berkisah sebagaimana lirik lagunya. Perpisahan digambarkan cukup jelas dan cerdas sehingga siapapun yang menonton bisa paham maksudnya. Mahluk laut (garam), akhirnya berjalan sendiri menyusuri pantai, sementara mahluk gunung (asam) mengendari mobil sendirian. Mereka berdua pun gagal bertemu saat masuk rumah yang sama dengan banyak ruangan meskipun sudah berusaha saling mencari.  

Pada video klip berdurasi 4 menit 21 detik ini, Tulus bertindak sebagai Direktur Kreatif bersama sang sutradara, Davy Linggar, yang juga bertindak sebagai Penata Kamera dan Pewarnaan. Davy Linggar sendiri sudah beberapa kali mengarahkan video musik Tulus seperti “Monokrom,” “Jangan Cintai Aku Apa Adanya,” “Pamit” hingga “Tujuh Belas.” Untuk penyutradaraanya di MV “Monokrom,” diganjar sebagai Video Klip Terbaik pada ajang Indonesian Choice Awards 2017.

Tak heran jika visualisasi “Hati-Hati di Jalan” benar-benar nyaman dan sangat memanjakan mata dengan warna-warna indah dan lembut. Dimensi layarnya juga lebih lebar dari video klip pada umumya sehingga berasa seperti menonton film bioskop. Satu hal yang sangat terasa dari karya-karya Davy Linggar. Selalu ada rasa Instagram di setiap karyanya yang memadukan unsur fotografi, lokasi dan obyek yang punya kesan Instagramable.

Selain Davy, sebagian besar kru yang terlibat pada pengerjaan MV ini adalah orang-orang yang sudah sering bekerja bareng Tulus untuk menggarap video klipnya terdahulu. Seperti sang produser, Uli Arbiyani, dan penyunting gambar, Reuben Tourino yang sama-sama terlibat dalam pengerjaan MV “Monokrom” dan “Tujuh Belas.”

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline