Lihat ke Halaman Asli

Djulianto Susantio

TERVERIFIKASI

Arkeolog mandiri, senang menulis arkeologi, museum, sejarah, astrologi, palmistri, olahraga, numismatik, dan filateli.

Tapak Tilas Proklamasi untuk Pelestarian Nilai Perjuangan

Diperbarui: 17 Agustus 2023   06:42

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Foto Proklamator Sukarno dan Moh. Hatta mengawali pawai proklamasi 2023 (Dokpri)

Tapak Tilas Proklamasi 2023 kembali digelar pada 16 Agustus 2023. Ada dua titik kumpul pada kegiatan itu, yakni Museum Juang 45 di Jalan Menteng Raya dan Museum Perumusan Naskah Proklamasi di Jalan Imam Bonjol.

Para peserta berjalan dari Museum Juang 45 ke Museum Perumusan Naskah Proklamasi. Dari sini, peserta berjalan bersama-sama ke Tugu Proklamasi. Tugu Proklamasi yang berlokasi di Jalan Pegangsaan Timur pernah digunakan sebagai tempat dikumandangkannya proklamasi pada 17 Agustus 1945.

Mural Sukarno-Hatta menjadi latar belakang 'Sukarno' dan 'Moh. Hatta' yang diperankan generasi masa kini (Dokpri)

Lomba

Tapak tilas kali ini terlihat meriah. Saya yang mengikuti acara dari Museum Perumusan Naskah Proklamasi melihat ada berbagai lomba yang diadakan di sana. Lomba itu diikuti para pelajar.

Siang hari dimulai rangkaian acara tapak tilas. Dimulai dari acara musikalisasi puisi Trotoar Senja. Tentu saja berhubungan dengan perjuangan bangsa Indonesia. Usai itu acara berupa teatrikal perjuangan oleh Reenactor Bangor. Reka ulang proklamasi dalam bentuk narasi dan teater diperagakan oleh para pencinta sejarah, yang juga datang dari luar kota. Dari sebelum proklamasi hingga peperangan setelah proklamasi tersaji dalam teater itu. Salah seorang pemeran adalah Mahandis Yoanata Thamrin, Editor in Chief Majalah Intisari.

Dilanjutkan penampilan angklung Posyandu Lansia Sehat Bahagia dengan lagu-lagu perjuangan dan beberapa tarian.

Teatrikal yang menggambarkan masa sebelum dan setelah kemerdekaan (Dokpri)

Komunitas

Pembukaan tapak tilas diawali laporan Kepala Unit Museum Perumusan Naskah Proklamasi Bapak Harry Trisatya. Selanjutnya sambutan dari Koordinator Museum dan Galeri Bapak Pustanto. Beliau mewakili Plt. Kepala Museum dan Cagar Budaya.

Pemberangkatan peserta ke Tugu Proklamasi berlangsung pukul 16. Para peserta berpawai dari Museum Perumusan Naskah Proklamasi melewati Jalan Diponegoro lalu berbelok ke Tugu Proklamasi. Peserta pawai terdiri atas berbagai golongan masyarakat seperti para pelajar dan mahasiswa, keluarga pahlawan, keluarga veteran, Komunitas Harley-Davidson, Komunitas Onthel, dan komunitas sejarah/budaya.  

Permainan angklung oleh para lansia (Dokpri)

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline