Lihat ke Halaman Asli

Ulasan Semester 2 Mata Kuliah Kewarganegaraan

Diperbarui: 28 Mei 2022   13:30

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Assalamualaikum wr wb

Pada kesempatan yang baik kali ini saya akan berbagi secuil pengalaman dan pembelajaran yang saya dapat setelah melalui perkuliahan di semester dua bersama Pak Edi Sang idola yang banyak digemari mahasiswa, begitu saya menyebut dosen saya. Di semester ini saya lebih banyak melakukan survei lapangan dari pada belajar teori. 

Berbeda dengan Mata Kuliah yang lain, pada Mata Kuliah Kewarganegaraan ini saya lebih banyak mendapat pengetahuan, pengalaman diluar kampus atau bahkan kemampuan baru.

Seperti pada Semester sebelumnya, saya mendapat tugas setiap minggunya. Namun, ada perbedaan dengan Semester sebelumnya, pada semester sebelumnya saya hanya ditugaskan untuk menelusuri beberapa literatur untuk membuat sebuah artikel. Akan tetapi, pada Semester ini saya mendapat tugas setiap minggu untuk membuat sebuah artikel yang mana mengharuskan saya untuk keliling survei ke berbagai kalangan masyarakat 

di berbagai tempat guna memperoleh data yang nantinya saya buat bahan untuk sebuah artikel sebagai bentuk penugasan dari dosen saya. Saya melakukan survei ke berbagai kalangan mulai dari teman terdekat kemudian keluarga terdekat, hingga ke beberapa pemuka agama sampai orang yang kurang mampu.

Dalam melakukan kegiatan tersebut saya mendapatkan banyak sekali pengalaman dan pengetahuan yang lebih setelah melakukan survei ke beberapa tempat dan berbagai kalangan masyarakat. Dalam melakukan pengerjaan tugas saya membuat sebuah artikel dari hasil survei yang saya lakukan, secara tidak langsung saya belajar untuk merangkai berbagai kata menjadi satu menjadi sebuah artikel yang menarik.

Dalam pembuatan artikel tersebut tentu saya melakukan berbagai survei media sosial juga menelusuri berbagai kajian literatur sebagai rujukan dalam pembuatan kata-kata dalam artikel untuk membuatnya menjadi sebuah artikel yang menarik.

Tentu belajar dalam merangkai kata sangatlah menguntungkan bagi saya lantaran pengetahuan dan kemampuan tersebut dapat saya terapkan dalam membuat tugas-tugas lain yang memerlukan pengolahan kata atau kalimat didalamnya. Kemampuan tersebut tentunya bisa saya dapat dari menulis bermacam-macam artikel dengan berbagai tema yang saya buat untuk memenuhi tugas kewarganegaraan dari dosen saya.

Dengan menulis bermacam artikel dengan tema dan judul yang berbeda-beda tiap minggunya, mulai dari topik ringan seperti menceritakan orang terdekat sampai pada topik berbau agama dan politik membuat saya terlatih untuk mengolah setiap kata dan kalimat yang ada dalam pikiran saya untuk saya tuangkan dalam sebuah karya tulis berupa artikel.

Benefit lain yang saya dapat dari pengerjaan tugas ini tidak lain berupa pengetahuan mengenai hal-hal yang telah saya survei sebelumya. Seperti dalam pengerjaan artikel mengenai agama-agama yang ada di Indonesia. Disana saya memilih untuk melakukan wawancara kepada pemuka agama Kristen Protestan dimana saat itu adalah pertama kali saya berkunjung kedalam gereja. 

Disana saya mendapat pengetahuan banyak dan berkesempatan mendapat penjelasan langsung dari Romo di Gereja tersebut. Selain wawancara kepada Romo, saya juga melakukan wawancara ke beberapa orang yang beragama Kristen protestan guna melengkapi artikel saya. Tentu hal tersebut menuai dampak positif, yaitu dapat memperluas wawasan pengetahuan dan relasi saya.  

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline