Lihat ke Halaman Asli

Erni Purwitosari

TERVERIFIKASI

Wiraswasta

Stasiun Jogjakarta nan Istimewa

Diperbarui: 4 Oktober 2022   23:41

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Dokumen pribadi

Naik kereta api bukan hal baru bagi saya. Sejak hijrah dari Surabaya ke Jakarta entah sudah berapa puluh kali saya naik kereta api. Baik urusan mudik maupun urusan jalan-jalan ke daerah lain. 

Namun dari kesemuanya itu belum pernah sekali pun saya naik kereta api dari atau ke stasiun Jogyakarta, yang dikenal juga dengan nama stasiun tugu. Padahal saya sudah beberapa kali mengunjungi kota Jogjakarta loh. Kok bisa?

Itulah. Saya baru sadar dan heran juga. Saya ke Jogjakarta lebih sering naik bus atau travel. Bukan tidak ingin naik kereta api. Saya sangat ingin sekali. Tapi karena kondisi, maka yang terjadi selalu naik bus atau travel.

Jadi meski berapa kali pun ke Jogjakarta, berapa kali pun naik kereta api,  merasanya belum afdol saja kalau belum naik kereta api ke sana. Rasanya ada yang kurang. Kenapa? Karena stasiun Jogyakarta sangat istimewa dan sarat sejarah.Pertama karena stasiun Jogjakarta merupakan salah satu stasiun tertua di Indonesia. Beroperasi sejak tahun 1887. Arsitektur bangunan sangat unik. Stasiun Jogyakarta pernah menjadi tujuan akhir perjalanan istimewa Presiden RI pertama Ir. Soekarno, saat memindahkan ibukota Jakarta ke Jogjakarta.

Selain itu stasiun Jogjakarta memiliki lagu kedatangan kereta api berupa instrumen lagu keroncong Sepasang Mata Bola. Satu lagi, stasiun Jogjakarta memiliki dua monumen di dua sisi berbeda. Hal tersebut membuat saya penasaran sekali ingin merasakan naik kereta api dari stasiun Jogjakarta.

Kesempatan itu akhirnya datang juga. Ketika tahun 2018 saya mengikuti kegiatan Jambore Wanita dan Gunung di bumi perkemahan Rama dan Sinta, Prambanan. Wah, saya tekadkan kali ini harus bisa naik kereta api di stasiun tugu.

Setelah melalui perdebatan yang cukup alot dengan teman-teman, karena berangkat bersama-sama. Akhirnya disepakati bahwa saat pulang ke Jakarta kita naik kereta api dari stasiun tugu.

Yeaah, alangkah senangnya hati ini.
Mungkin bagi orang lain biasa saja. Tapi bagi saya sangat luar biasa. Karena setelah sekian lama akhirnya keinginan saya terwujud juga. Saya bisa menikmati suasana stasiun tugu yang sarat sejarah.

Ketika hari itu tiba, saya tak percaya bisa menjejakkan kaki di stasiun tugu. Saya perhatikan sejak dari arah masuk. Melihat monumennya, memperhatikan pintu depan stasiun, langit-langit stasiun, suasana di sana. Semua membuat saya terharu.

"Ya Tuhan. Terima kasih. Akhirnya saya bisa berdiri di sini menyaksikan stasiun yang menjadi saksi bisu sejarah perjuangan bangsa Indonesia."

Selama waktu menunggu kedatangan kereta api, saya dibuat terbuai oleh suguhan konser musik mini yang tersaji di sana. Sajian musik yang dihadirkan untuk menghibur para penumpang.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline