Lihat ke Halaman Asli

Dani Ramdani

TERVERIFIKASI

Ordinary people

Lagu Galau: Pernah Dilarang Orde Baru dan Manfaatnya bagi Kesehatan Mental

Diperbarui: 30 Mei 2022   21:26

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ilustrasi mendengarkan musik galau. Sumber: shutterstock via style.tribunnews.com

Pergi saja, engkau pergi dariku
Biar kubunuh perasaan untukmu
Meski berat melangkah
Hatiku hanya tak siap terluka

Beri kisah kita sedikit waktu
Semesta mengirim dirimu untukku
Kita adalah rasa yang tepat
Di waktu yang salah

Fiesra Besari - Waktu yang Salah

Bagi anak muda, tentu tahu penggalan lirik lagu Fiesra Besari itu. Lagunya yang galau membuat disenangi banyak orang. Pada intinya, lagu ini menceritakan sepasang kekasih yang harus berpisah. 

Padahal sejatinya mereka ditakdirkan untuk bersama. Hanya saja waktu yang kurang tepat. Jadilah waktu menjadi kambing hitam. Fiesra memang dikenal dengan lagu cintanya. 

Tweet Fiesra yang berbau cinta kerap mendapat ribuan retweet. Lagu bertema cinta memang punya pasar sendiri. Lagu patah hati dan jatuh cinta digemari oleh mereka yang mengalami hal itu. 

Tapi, eksistensi lagu melow seperti itu pernah dilarang di masa orde baru lho. Lagu melow tersebut bahkan disebut lagu cengeng. 

Salah satu lagu yang mendapat tempat dalam sejarah represif Orde Baru adalah Hati Yang Luka. Lagu itu dinyanyikan oleh Betharia Sonata. Jangan salah, meskipun saya generasi milenial, tapi saya tahu lagu ini. 

Betharia menyanyikan lagu itu penuh dengan penghayatan. Bahkan terdengar seperti menangis, tersedu sedan. Itulah salah satu level tertinggi penjiwaan dari seorang penyanyi. 

Lagu tersebut berkisah tentang rumah tangga yang suram. Si suami kerap melakukan kekerasan dan main tangan pada si istri. Hingga akhirnya si istri meminta dipulangkan kepada ayah atau ibunya 

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline