Lihat ke Halaman Asli

Christie Damayanti

TERVERIFIKASI

Just a survivor

Burmese Dhammikarama Temple dengan "Giant Buddha" Keemasan Mewah di Pulau Tikus

Diperbarui: 11 Januari 2023   11:10

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Dokumentasi pribadi - Tampak depan  Burmese Dhammikarama Temple, di George Town, Penang

By Christie Damayanti

 Ibu kota George Town Penang, memang bukan sebuah kota yang ramah disabilitas, sehingga aku tidak bisa berjalan2 seenaknya saja seperti di Singapore, karena itu. Tetapi, George Town menyimpan karta karun luar biasa cantik dan banyaknya, sehingga walau aku tidak bisa berjalan2 disana karena tidak ada  trotoar yang memadai untuk kursi roda ajaibku, tetapi aku benar2 bela2in untuk kesana.

Awalnya masih di Jakarta pun, aku tidak terlalu peduli kota ini ramah disabilitas atau tidak. Karena tujuan utamaku kesana adalah menemui sahabat fisalitis ku, Leong Kong Ming yang tinggal disana. Dan, aku tahu tentang Penang yang menyimpan harta karun luar biasa untuk dunia.

Ketika disana, Leong memang banyak membantuku untuk menuju tempat2 cantik dengan mobilnyaq dan kursi roda ajaibku bisa bawa di bagasinya. Tetapi, jika Leong harus bekerja aku akan mencari taxi online untuk mengantarku kemanapun akum mau, seperti di Jakarta.

Dan, disuatu saat aku berada disana, denagn rekomendari dari Leong aku ke sebuah kuil Birma, Bernama Burmese Dhammikarama Temple, berada di ibukota George Town Kawasan yang Bernama Pulau Tikus di pinggiran ibukota.

Terletak di Burmah Road, kuil ini berseberangan dengan Chayamamangkalaram, sebuah kuil Myanmar Malaysia tertua di negara bagian Pulau Pinang ini, di ibukota George Town.

Kuil ini juga menjadi titik fokus untuk festival tahunan Air, Thingyan dan Pertengahan Musim Gugur serta untuk Prapaskah Buddha dan Hari Penerangan Lilin di pinggiran kota. Sebuah hari2 yang sangat dinanti2kan warga kota, karena even itu sangat meriah, salah satu even tahunan yang mana banyak wisatawan manca negara dating untuk menikmati festival2 tersebut.

Sejak awal abad ke-19, telah ada pemukiman Burma di Pulau Tikus. Didirikan sebagai kyaung (biara), kuil ini berfungsi sebagai tempat peristirahatan bagi umat Buddha, dengan tempat tinggal biksu, pondok ajaran, dan perpustakaan di dalam halaman kuil.

Banyak patung Buddha dan makhluk mitos seperti gajah, ikan, dan garuda untuk melambangkan "tiga alam darat, udara, dan laut" tersebar di dalam kuil, termasuk sepasang chimera bersayap yang dikenal sebagai Panca Rupa (pelindung dan penjaga dunia) dan mural besar yang menggambarkan Penolakan Buddha.

***

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline