Lihat ke Halaman Asli

charles dm

TERVERIFIKASI

charlesemanueldm@gmail.com

Gagal di Jepang, Hendra dan Ahsan Buru Kado Terakhir di Korea

Diperbarui: 26 September 2016   03:47

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Hendra/Ahsan di Jepang Terbuka 2016/@BadmintonUpdates

Hendra Setiawan dan Mohammad Ahsan tinggal menyisahkan satu pertandingan lagi sebelum keduanya “bercerai”. Kegagalan di Jepang Terbuka yang baru saja usai membuat ganda putra terbaik Merah Putih itu kehilangan satu dari dua kado perpisahan. Pekan depan, sejak 27 September hingga 2 Oktober, keduanya akan melakoni pertandingan terakhir sekaligus memburu catatan manis sebelum berpisah.

Pasangan yang kini melorot ke urutan enam dunia terhenti di babak semi final Jepang Terbuka, Sabtu (24/09/16). Pasangan Juara Dunia 2013 dan 2015 itu tak kuasa meladeni ganda muda Tiongkok, Li Junhui/Liu Yuchen.  Hendra/Ahsan sempat memperpanjang nafas harapan setelah memaksa rubber set,namun akhirnya menyerah juga dengan skor 13-21 21-18 15-21 dalam tempo 49 menit.

Kekalahan ini memperpanjang rekor buruk Hendra/Ahsan terhadap Li/Liu yakni dua kekalahan beruntun dalam lima pertemuan terakhir. Hattrickatau tiga kekalahan berturut-turut membuat pasangan masa depan Tiongkok itu menjauh dalam rekor pertemuan menjadi 4-2. Hasil dan rekor yang sungguh tak mengenakkan!

Kalah jam terbang tak membuat Li/Liu gentar. Sejak set pertama unggulan delapan itu langsung bermain menyerang. Ditambah lagi rekor pertemuan yang lebih menguntungkan mempertebal rasa percaya diri mereka. Selain itu, keduanya benar-benar memanfaatkan  postur tubuh yang tinggi serta semangat muda yang tengah membara. Alih-alih bermain taktis, mereka memilih bermain cepat dengan smes-smes keras.

Sebaliknya Hendra/Ahsan langsung terjebak dalam perangkap Li/Liu. Di set pertama pasangan yang sama-sama baru berusia 21 tahun itu tak memberi peluang sama sekali kepada Hendra/Ahsan untuk mengembangkan permainan.  Sempat tertinggal 4-7, Hendra/Ahsan berusaha mengejar hingga memperpendek jarak  menjadi dua poin, 10-12. Sayang kesalahan demi kesalahan yang kerap mereka lakukan menjadi blunder sekaligus membunuh semangat untuk mengejar pasangan muda yang terus menjauh.

Tak butuh waktu lama bagi wakil Negeri Tirai Bambu itu untuk menyudahi game pertama. Sungguh tak menghibur dan sangat menyesakkan melihat performa Hendra/Ahsan yang hanya bisa bertahan tak lebih dari 15 menit.

Di set kedua, Hendra/Ahsan berusaha memperbaiki performa. Beberapa kali penempatan bola Hendra/Ahsan membuat lawannya kelabakan. Momentum bermain baik berhasil dipertahankan dalam situasi saling kejar mengejar angka. Jalan Hendra/Ahsan semakin terbuka lebar setelah memimpin 17-15. Li/Liu masih memberikan perlawanan namun jarak tiga poin cukup sulit untuk dikejar. Li/Liu masih sempat mencuri satu poin saat Hendra/Ahsan menginjak game poin,sebelum set kedua berakhir.

Hendra/Ahsan gagal menjaga momentum baik di set penentuan. Kurangnya gairah bertempur di tubuh Hendra/Ahsan berbanding terbalik dengan sang lawan yang on fire.Terbukti Li/Liu hanya memberi empat poin kepada pasangan senior saat interval pertama.

Jarak yang jauh benar-benar melelahkan untuk dikejar. Ahsan yang kerap melakukan kesalahan di set-set sebelumnya, terutama penempatan bola yang kurang akurat, berusaha memancing semangat Hendra. Pemain berusia 29 tahun itu mulai mengeluarkan senjata pamungkas berupa sergapan-sergapan di depan net serta serangan tanpa ampun. 

Cara ini cukup berhasil. Beberapa poin berhasil diraih sekaligus menghentikan laju Li/Liu di angka 15-10. Namun mimpi buruk kembali datang. Penyakit kesalahan sendiri kambuh lagi. Pengembalian yang menyangkut di net, serta bola-bola “tanggung” memberikan santapan empuk kepada lawan-lawannya.  Perjuangan Hendra/Ahsan akhirnya hanya sampai di angka 15 saat Li/Liu mengakhiri pertandingan.

Performa Hendra/Ahsan yang jauh dari harapan sungguh disayangkan. Tren penurunan yang mulai terlihat dalam beberapa bulan terakhir semakin jelas terlihat. Pilihan PBSI memisahkan mereka tampaknya cukup beralasan.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline