Lihat ke Halaman Asli

Makan di Sini, seperti Bangkit dari Ruang Tamu Rumah ke Dapur Sendiri

Diperbarui: 2 Desember 2017   22:28

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Gulai Kari Kambing. (Foto: Pribadi)

Wangi rempah khas dan menusuk itu begitu kuat terasa. Aromanya menguar sehingga membuat kami bergegas mencicipi Kare Kambing yang sudah disediakan. Kami duduk berhadap-hadapan dan saling memandang. Sebab, dua porsi Kari Kambing khas Aceh Pidie itu agak berbeda. Satu pakai nasi, dan satu lagi pakai Ruti Cane(Roti Cane). Di sisi piring, terhampar Krupuk Mueling(Emping) disertai sambal Beulacan yang tak terdapat di rumah makan khas Aceh lainnya.

"Biar berbeda. Jadi dihidangkan dua porsi. Satu dengan nasi, satu lagi pakai ruti cane," kata ustadz Faisal Hani, penggagas Djambo Kare di bilangan Pertokoan Fresia Garden, Jombang, Tangerang Selatan, Sabtu, 2 Desember 2017.

Banyak orang yang ketika ditanya apa makanan Aceh yang menjadi hidangan favorit saat weekend bersama keluarga atau teman? Hampir 84 persen menjawab Mie Aceh. Padahal, di Aceh sendiri banyak aneka kuliner yang belum begitu terkenal di Nusantara. Hidangan besar itu penuh rempah-rempah peninggalan indatu ureung Aceh (Nenek monyang orang Aceh) yang dipercaya tak hanya sekedar makanan besar namun juga berkhasiat.

Rempah-rempah yang digunakan oleh Indatu Ureung Acehini memang susah ditemukan apalagi di daerah Jakarta. Beberapa resto makanan sering menyediakan makanan umum seperti Mie Aceh, Timphan, Sanger dan Teh Tarek.Namun, jika berbicara Kare Kambing(Gulai Kambing), maka hanya di tempat-tempat tertentu saja bisa ditemukan.

Seperti di @Djambo.Kare ini, kami juga berkesempatan menikmati Kare Kambing yang sangat khas itu. Nasi gulai kambing ini jauh berbeda dengan kebanyakan yang ada di Jakarta. Katanya, Kare yang penuh dengan rempah khas ini langsung didatangkan dari daerah aslinya, Lampoeh Saka, Kabupaten Pidie, Aceh.

"Di @Djambo.Kare kami menyajikan rasa asli dari Aceh, bumbu-bumbu didatangkan dari Kota Pidie, Aceh. Aroma dan rasa rempah sangat kuat, memberikan sensasi khas," kata Ustadz.

Konon, terdapat 22 bumbu untuk membuat gulai kambing khas Aceh ini, antara lain kelapa gongseng, kelapa kukur, santan, kemiri, kunyit, pala, lawang keling atau bisa diganti cengkeh, lada, jahe, cabai, kayu manis, daun kari, dan daun pandan. Sehingga, sewaktu kita mulai memasukkan sendok ke mulut, sensasi berbeda dari rasa rempah yang menempel kuat di lidah.

Saya sendiri, setelah sekian lama alpa menyantap kuliner khas Aceh, serasa dibawa pulang ke rumah. Masa kecil dengan aroma sike pulot (daun pandan) saat pesta besar di adakan tergiang kembali. Seolah baru kemarin saja masa-masa itu saya rasakan. Namun, di @Djambo.Kare ini, saya menemukan kembali sensasi masa kecil itu. Begi kuat dan melekat.

Roti Cane Gulai Kambing. (Foto: Pribadi)

Selain gulai kambing pakai nasi, ada pula gulai kambing dipadu Ruti Cane. Dalam perjalanannya, dulu roti cane ini sering dipakai oleh penjual martabak telor di Aceh. Seiring waktu, roti ini berubah menjadi makan ringan sambil kongkow dengan para sahabat. Roti Cane sendiri dengan mudah dapat ditemukan dibanyak warung di Aceh. Namun, untuk penyajiannya, ada yang memakai kuah gulai kambing, ada juga yang memakan dengan susu atau gula saja.

Di @Djambo.Kare, gulai kambing dipadu dengan kombinasi luar biasa. Sebab, biasanya pelanggan hanya disuguhkan kuah gulai kambing saja tanpa daging kambingnya. Namun, di @Djambo.Kare, menu yang terlihat mirip dengan kue Kerala porotta dari India ini termasuk hidangan andalan yang patut dicoba. 

"Kuah kental dan berminyak dari Kare-nya sangat berasa di lidah," kata Sigit, teman yang ikut mencicipi roti cane gulai kari kambing.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline