Lihat ke Halaman Asli

Hamdani

TERVERIFIKASI

Sang Musafir - Mencari Tempat untuk Selalu Belajar dan Mengabdi

Momentum Peringatan Maulid, Mari Kita Perbaiki Akhlak dan Teguhkan Persatuan Bangsa

Diperbarui: 20 November 2018   13:42

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

ILUSTRASI -- Ratusan anak yatim bersama jamaah zikir makan bersama pada acara Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan oleh Majelis Zikrullah Aceh, di Kompleks Taman Ratu Safiatuddin, Banda Aceh, Minggu (6/3). SERAMBI/BUDI FATRIA

Alhamdulillah sebagai ummat muslim Indonesia patut bersyukur pada Tuhan Yang Maha Esa. Hari ini, tepatnya tanggal 12 Rabiul Awal 1440 Hijriyah/20 Nopember 2018 tiba kembali saat memperingati hari lahir Muhammad Saw. Perayaan hari lahir beliau kini dilakukan oleh sebagian besar ummat Islam Indonesia diberbagai penjuru tanah air.

Memperingati hari tersebut sering diistilahkan dengan maulid atau lengkapnya maulid Nabi Muhammad. Namun istilah ini bisa berbeda setiap daerah, mengingat bahasa dan cara memperingatinya pun tidak sama.

Seperti halnya di Aceh, daerah yang mayoritas penganut Islam. Untuk perayaan maulid sendiri juga tidak sama antara satu daerah dengaj daerah lainnya. Katakan daerah pidie dengan Aceh Besar. Namun perbedaan itu hanya bersifat teknis saja bukan secara prinsip.

Pada umumnya masyarakat Aceh mengisi hari perayaan maulid dengan berbagi makanan atau lebih dikenal dengan kenduri, dakwah islamiyah, dan kegiatan sosial. Kenduri tersebut disiapkan oleh setiap kepala keluarga lalu pada sore harinya diantar ke surau atau ke masjid untuk disajikan kepada warga dengan makan bersama-sama.

Selanjutnya pada malam hari dilakukan kegiatan dakwah Islamiyah untuk menambah meriahnya peringatan maulid. Seluruh warga dan pemuda secara bersama-sama bergotong royong menyiapkan segala persiapan yang dibutuhkan. Semua pekerjaan dilakukan secara suka rela oleh para warga. Biasanya untuk mengorganisasikan seluruh kegiatan dibentuk satu kepanitiaan.

Pada malam itu diundang seorang penceramah atau orang yang memahami ilmu agama untuk memberikan tausiyah secara massal kepada para pengunjung. Dakwah islamiyah tersebut diadakan dihalaman terbuka, baik di depan masjid jika ada halaman luas, maupun dilapangan kosong.

Para penceramah atau teungku yang diundang menyampaikan dakwahnya dengan menceritakan sejarah Rasulullah Saw atau ilmu agama lainnya. Isi dakwahnya biasanya lebih banyak tentang ketauladanan Nabi Muhammad dalam memperjuangkan agama Islam dan kehidupan beliau di masa awal Islam diturunkan dan berkembang.

Masyarakat yang hadir bersama keluarganya duduk bersila dilapangan terbuka mendengarkan ceramah Teungku dengan baik. Banyak pelajaran yang bisa dipetik dari sejarah Nabi Muhammad yang disampaikan, bahkan diantara para hadirin ada yang merasa terharu mana kala penceramah hal-hal yang menyedihkan tentang Rasulullah Saw.

Keteladanan yang paling utama dari seorang Nabi Muhammad Saw yang dapat dijadikan contoh adalah mengenai akhlaknya. Muhammad sejak kecil dikenal sebagai seorang yang dapat dipercaya, bahkan orang Arab memberikan gelar "Al-Amin" kepadanya. Arti dari Al-Amin adalah dapat dipercaya.

Muhammad memiliki sifat-sifat jujur dan amanah dalam dirinya. Meskipun ia terlahir dalam keadaan yatim, namun karena dididik dengan baik oleh kakeknya, maka ia menjadi seorang pemuda yang tidak pernah berbohong, ia selalu berkata jujur. Sehingga Muhammad sangat disukai oleh masyarakat Arab karena kejujurannya.

Hendaknya kita saat ini terutama ummat Islam perlu memiliki sifat jujur sebagaimana dimiliki oleh Rasullullah. Katanya pengikut nabi namun akhlaknya tidak seperti nabi. Ini tidak sejalan dengan ajaran Islam, bahkan jika memiliki sifat sebaliknya, maka orang tersebut dapat dikatakan munafik.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline