Lihat ke Halaman Asli

Pemerintahan Zionis Israel Ketahuan Bohong Lagi !? Apa Iya !?

Diperbarui: 26 Juni 2015   15:23

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Politik. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Freepik

Terbayang tidak kalau di suatu film video dari Israel terlihat ada seseorang yang berjalan menembus suatu tonjolan padat seukuran tong sampah. Ini benar-benar menembus seperti lazimnya film yang menampilkan bagaimana hantu dapat menembus dinding dan benda padat lainnya.. Hehehe.. itu benar-benar ada di film video dari pihak Israel, salah satunya yang diputar oleh Fox News milik Rupert Murdoch.. Dan bahkan, mungkin karena kejar tayang, sampai terlihat gerakan mouse orang yang mengedit film video tersebut. Komentar Gordon Duff, Veteran Perang Vietnam Kebetulan saya menemukan analisa pedas Gordon Duff dari veteranstoday.com setelah melihat film tersebut. Gordon Duff adalah veteran marinir yang pernah bertugas di Vietnam. Komentar aslinya dapat Anda baca disini.

“DANCING ISRAELI” FILM STUDIOS PRESENT: FAKED ATTACK VIDEOS Studio Film "Dancing Israeli" Menyajikan : Video Serangan Palsu!
BUSTED !  I didn’t believe they would be that stupid.  You could see the cursor moving in the picture.  I saw a man handed a metal bar.  Then he walked through, just like a ghost, a solid steel protrusion from the deck, the size of an ashcan.  This thing would have stopped a truck but the Fox News “fighters” on the Mavi Marmara were like ghosts.  In fact, the “steel bar thugs” were exactly that, or more appropriately, cartoons.

Rusak ! Aku tidak percaya bahwa mereka akan sebodoh itu. Anda bisa melihat kursor yang bergerak dalam gambar video. Aku melihat seorang pria membawa tongkat logam. Lalu ia berjalan menembus, seperti hantu, tonjolan baja padat di geladak kapal, seukuran tong sampah. Benda ini akan menghentikan sebuah truk tetapi "pejuang" versi Fox News diMarmara Mavi itu lebih mirip seperti hantu (catatan: karena bisa menembusnya). Pada kenyataannya, mungkin yang tepat disebut "preman tongkat baja", atau mungkin lebih tepat, tokoh kartun. They passed through walls, stood when others cowered and, like the cartoon characters  they were, waved their steel bars in the air threateningly, all a fabrication of the IDF bungler squad, made for Likudist Rupert Murdoch’s Fox News.  Like a scene out of the movie, Rising Sun with Sean Connery and Wesley Snipes, Israel is “busted” for clumsy attempts to insert scarry cartoon characters into videos counterfeited to support their Gaza blockade.  Was this the same Israeli film group arrested on 9/11, the group who spent hours with cameras pointing at the World Trade Center waiting for the attack? [caption id="attachment_173339" align="alignright" width="300" caption="(www.veteranstoday.com)"][/caption] Mereka menembus dinding, berdiri ketika orang lain merunduk dan, seperti karakter kartun, melambaikan tongkat baja mereka di udara dengan gaya mengancam, semua buatan tim ceroboh IDF (Israel Defense Force), yang dibuat untuk Fox News milik Rupert Murdoch, pembela partai politik sayap kanan Likud di Israel. Seperti adegan suatu film, Rising Sun dengan aktor Sean Connery dan Wesley Snipes, Israel di"rusak" oleh usaha yang tanggung untuk menyisipkan karakter kartun yang menakutkan ke video palsu untuk mendukung blokade Gaza mereka. Apakah grup pembuat film Israel yang sama dengan yang ditangkap pada peristiwa 9/11, grup yang menghabiskan waktu berjam-jam dengan kamera yang mengarah pada World Trade Center menunggu menunggu terjadinya serangan itu? If there was ever proof to convict at a war crimes tribunal, the Israeli videos played on Fox News are it.  The “bunglers,” I can’t use that word enough, in Israel couldn’t have done a worse job.  This is the third major public relations hit for Israel this week after Likudist Rupert Murdoch, owner of the London Times ran stories about Saudi cooperation with Israel against Iran, debunked, and a follow-up piece trying to tie Pakistan’s ISI to the Taliban, another debunked failure.  It isn’t just that the stories were false, but that they were incompetently written showing no familarity with commonly known background.   What we are smelling is panic among the Israeli extremists who are suffering a major backlash around the world and increasing dissent in their own country.

Jika ada bukti untuk menghukum di pengadilan kejahatan perang, video Israel yang diputar pada Fox News lah buktinya. The "bunglers," (Catatan: orang bodoh yang membuat video palsu itu) aku tidak merasa pas menggunakan kata itu, di Israel tidak boleh melakukan pekerjaan yang buruk. Ini kasus public relationship besar ketiga tentang Israel minggu ini setelah Rupert Murdoch, pemilik Times London memuat berita tentang kerjasama Saudi dengan Israel untuk menghadapi Iran, debunked (ditelanjangi), dan bagian tindak lanjut yang mencoba untuk mengkaitkan ISI Pakistan dengan Taliban, yang merupakan kegagalan lainnya yang debunked (ditelanjangi). Ini bukan sekedar bahwa cerita itu palsu, tetapi bahwa mereka ditulis secara tidak kompeten menunjukkan tidak familarnya dengan latar belakang yang secara umum diketahui. Apa yang kita bisa cium adalah situasi panik di antara para ekstremis Israel yang menderita pukulan besar di seluruh dunia dan meningkatkan perbedaan pendapat di negara mereka sendiri. THE MOST ENLIGHTENING TEN MINUTES OF YOUR EDUCATION IN “REAL” VERSUS MYTH (10 menit yang mencerahkan Untuk Edukasi Anda dalam "KENYATAAN" versus "MITOS" Were it not for so many killed and wounded with hundreds kidnapped and tortured, this would qualify as a comedy reel for television.  It would be continually shown, running forward, backward, slow motion, the whole thing ought to be a big joke.  Israel’s use of “pre- Star Wars” special effects falls well short of the film Rising Sun with Wesley Snipes and Sean Connery, the first exposure of how “ghosts” can be put into films and how they can be discovered.

Kalau bukan karena begitu banyak yang tewas dan terluka dengan ratusan aktivis diculik dan disiksa, ini bisa memenuhi syarat sebagai pemutaran komedi di televisi. Ini akan terus ditampilkan, dimajukan (forward), dimundurkan (backward), gerakan lambat, semuanya menjadi lelucon yang besar. Penggunaan efek khusus "pre-Star Wars" menjadi sesuatu yang tidak sempurna (cacat) di film Rising Sun dengan aktor Wesley Snipes dan Sean Connery, yaitu paparan pertama tentang bagaimana "hantu" dapat dimasukkan ke dalam film dan bagaimana mereka kemudian dapat ditemukan. Where do we start?  For every real scene there is a cutaway or an added special effect.  This may be the most enlightening 10 minutes you will ever see.  The next time you turn on your television and see a frightening Muslim terrorist, know that the murderers who produced this insult to the world also are responsible for the TV shows you allow your children to see.

Dari mana kita akan mulai ? Untuk setiap adegan nyata, ada potongan (penguragan) atau efek khusus yambahan. Hal ini mungkin 10 menit yang paling mencerahkan yang pernah Anda lihat. Lain kali ketika Anda menyalakan televisi dan melihat, teroris Muslim yang menakutkan, Anda tahu bahwa pembunuh yang memproduksi penghinaan ini untuk dunia juga bertanggung jawab untuk acara TV yang Anda perbolehkan untuk anak Anda melihat. It took me some time to understand why Jeff Gates calls Israel a “Criminal State.”

Ternyata butuh beberapa waktu untuk memahami mengapa Jeff Gates menyebut Israel sebagai "Negara Kriminal. "

Mana dia filmnya ? Ini dia film nya:

Di film itu ada beberapa issue yang dibahas untuk membuktikan bahwa film video dari Israel itu palsu termasuk yang diputar di Fox News.

Saran saya, buatlah catatan yang menjelaskan situasi apa yang terjadi dan pada menit dan detik keberapa sampai menid dan tetik keberapakah terjadinya suatu kebohongan agar Anda memiliki ringkasan kebohongan isi video tersebut.

Apakah film video itu membuktikan bahwa Israel ketahuan bohong lagi atau enggak, Anda lah yang memutuskan !

Penutup

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline