Lihat ke Halaman Asli

Bugi Kabul Sumirat

TERVERIFIKASI

author, editor, blogger, storyteller, dan peneliti di BRIN

6 Alasan Saya Mengagumi Gus Dur

Diperbarui: 27 Mei 2019   23:41

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Gus Dur (sumber gambar: Nudotordotid)

Gus Dur, dimata saya adalah tokoh fenomenal sekaligus tokoh kontroversial yang saya kagumi. Ketokohan beliau, justru disebabkan oleh kerendahan hati serta keluasan ilmunya. Gus Dur itu orangnya asyik. Bisa Coba perhatikan deh, saat beliau masih hidup,  bagi yang mengingatnya. Beliau adalah pribadi yang unik. Namun dari sepengetahuan saya serta yang saya amati, saya melihat ada 6 alasan mengapa saya mengagumi Gus Dur.

1. Keulamaan Gus Dur

Gus Dur yang memiliki nama lengkap KH. Abdurrahman Wahid ini lahir di Jombang, Provinsi Jawa Timur pada tanggal 7 September 1940 dan meninggal pada usia 69 tahun. Gus Dur banyak mempelajari ilmu tentang Islam dari mulai pesantren di Pulau Jawa, karena ia memang lahir dari keluarga pesantren. 

Kakeknya  - dari garis ayah adalah KH. Hasyim Asyari, yang merupakan pendiri Nahdlatul Ulama (NU) dan kakek dari pihak ibunya adalah KH. Bisri Syansuri. KH. Bisri merupakan pengajar pesantren pertama yang mengajarkan kelas pada perempuan. Ayahnya merupakan Menteri Agama Republik Indonesia yang diangkat pada tahun 1949.

Di luar negeri, ia belajar Islam di Universitas Al Azhar - Mesir, universitas Baghdad di Irak, hingga universitas di Leiden di Belanda dan sempat melanjutkan di universitas di Jerman dan Perancis, sebelum kembali ke Indonesia pada tahun 1971. Keilmuan tentang Islam Gus Dur bukan hanya diperoleh di dalam negeri, tetapi dari luar negeri.

2. Gus Dur, manusia setengah wali

Ia kadang disebut sebagai wali. Yang moderat menyebutnya dengan manusia setengah wali. Gus Dur yang lahir dari ibu bernama Ny. Hj. Sholehah - yang merupakan putri pendiri Pondok Pesantren Denanyar Jombang, memiliki pandangan seorang visioner sejati - hingga kemampuan futuristiknya meningkat. 

Yang sebetulnya kemampuan itu bukan kemampuan yang bernuansa mistis, melainkan kemampuan menganalisa dan memprediksi yang tinggi serta mengambil keputusan yang tepat. Salah satu contohnya adalah saat ia membubarkan Departemen Penerangan saat beliau menjabat sebagai presiden. Ini merupakan keputusan yang tepat dan luar biasa berani - berani memutuskan rantai perilaku 'orde baru'.

Hal lain adalah saat Gus Dur menyebut kelakuan para anggota DPR itu dengan menyamakannya dengan murid taman kanak-kanak. Saat itu semua terperanjat dan menimbulkan reaksi negatif di kalangan anggota dewan yang terhormat itu. Tapi kita semua dapat melihat kemudian bahwa apa yang diucapkannya itu adalah merupakan suatu kebenaran.

3. Seorang humoris 

Tidak ada yang menyangsikan kalau Gus Dur adalah seorang humoris tingkat dewa. Artinya, ia mampu menempatkan humor-humornya pada proporsi yang pas, baik humor untuk level kalangan bawah hingga kalangan atas atau politik di tingkat tinggi, baik di dalam maupun di luar negeri. Idiom yang paling dikenal seantero jagad adalah 'Gitu Aja Kok Repot'. Idiom ini merupakan gambaran bagaimana ia menyublim humor menjadi pemecah persoalan di segala lini.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline