Lihat ke Halaman Asli

Bugi Kabul Sumirat

TERVERIFIKASI

author, editor, blogger, storyteller, dan peneliti di BRIN

Sembilan Kenangan dari Kompasiana yang Paling Berkesan bagi Saya

Diperbarui: 22 November 2017   00:20

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Bugi Sumirat di Profil Kompasiana

Sedikitnya di kurun waktu ke sembilan tahun usia Kompasiana ini, saya mencatat ada sembilan kenangan yang paling .. paling .. paling mengesankan untuk saya. Sembilan kenangan itu setelah saya buka catatan-catatan saya ke belakang, melihat kenangan-kenangan apa yang telah saya alami selama berinteraksi dengan Kompasiana. Apa sajakah kenangan-kenangan yang terpatri dalam catatan saya itu? Ayo kita ikuti catatan kenangan saya di bawah ini.

Pertama. Mendapat kriteria senior di Kompasiana 

Walau agak kurang familiar dengan istilah-istilah baru Kompasiana dibanding tampilan dulu, tetapi  Alhamdulillah dalam tampilan baru ini saya mendapat istilah 'senior'   yang menurut kriteria Kompasiana, senior ini diperoleh bila telah mendapat poin dengan jumlah antara 100001 - 250000, setelah senior, kriteria berikutnya atau terakhir adalah Maestro dengan range jumlah poin antara 250001 - 1000000. 

Disamping senior ini, tulisan saya cukup banyak yang mendapat kriteria 'pilihan' dan 'headline' dari admin Kompasiana. Terima kasih ya Min yang gagah-gagah dan cantik-cantik atas pilihan kriteria-kriteria itu untuk tulisan-tulisan saya. Pembaca yang penasaran ingin mengetahui seperti apa tulisan-tulisan saya yang mendapat kategori pilihan dan headline oleh admin, silakan langsung ke te ka pe saja ya, ke koleksi tulisan-tulisan saya.

Kedua. Hadir di Kompasianival 2016 

Karena lokasi saya yang jauh di seberang pulau - di Makassar, jadi bisa hadir di Kompasianival itu sangatlah sesuatu banget. Inginnya sih setiap ada kegiatan Kompasianival, saya bisa hadir di sana. Tapi, apalah daya, Kompasianival 2017 inipun lewat lagi alias tidak dapat hadir. Tapi saya masih bersyukur, setahun sebelumnya saya bisa hadir di Kompasianival. Di sana saya bisa hadir bersama keluarga dan Alhamdulillah bisa berjumpa langsung dengan orpet Kompasiana (orpet - orang penting) yaitu kang Pepih dan mas Isjet. Saat itu kang Pepih masih belum hijrah dari Kompasiana.

bareng kang Pepih

Bareng Mas Isjet

Ketiga. Menjadi pembicara di acara Ngoplah (Ngobrol di Palmerah)

Ngoplah - ngobrol di Palmerah

Jadi pembicara di acara ngoplah juga bagi saya menjadi kenangan tersendiri yang pantas untuk diberi pita merah kenangan terindah. Jauh-jauh dari Makassar, berbagi ilmu atau berbagi cerita tentang dunia yang saya geluti yang saya rasa cukup menarik untuk dibagikan di Ngoplah dan Alhamdulillah mendapat sambutan yang baik pula sehingga sangat semangat dan mengesankanlah bisa berpartisipasi di acara Ngoplah.

Keempat. Kopdar dengan MIMIN Kompasiana di Makassar

Beberapa kali ada even yang diselenggarakan Kompasiana di kota kesayangan saya, Makassar, saya berkesempatan hadir. Biasanya saya bisa ikutan kopdar dengan admin Kompasiana yang hadir di even tersebut, sebelum atau setelah kegiatan. Lumayanlah, bisa diskusi tukar pikiran tentang Kompasiana ataupun komunitas yang ada di Kompasiana. Yah termasuk kegiatan remeh-temeh (keakraban) antara kompasianer dengan admin Kompasiana.

Kelima. Berpartisipasi di even Kompasiana di Makassar 

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline