Lihat ke Halaman Asli

Budiman Hakim

TERVERIFIKASI

Begitulah kira-kira

Stand Up Comedy

Diperbarui: 11 Desember 2017   09:00

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Sedang stand up eh mengajar. Dok. Pribadi

Belom lama ini, ada sebuah production house mengundang saya mengajar untuk team kreatifnya. Materi yang diminta ada dua, yaitu presentasi dan penggalian ide. Kedua materi ini cukup panjang dan akan memakan waktu idealnya 3 hari. Kalo diperes-peres, mungkin dua hari masih bisalah. Sayangnya perusahaan ini cuma ngasih waktu buat saya setengah hari, dari jam 1.30 sampai jam 6.

Waktu saya sampein problem tersebut, Pak Boss bilang bahwa mereka gak ada waktu lagi karena mereka sangat sibuk mengerjakan banyak shooting untuk campaign akhir tahun klien-kliennya. Ngeliat saya masih ragu-ragu, Pak Boss bilang bahwa dia akan membayar saya sebesar kalo saya mengajar 3 hari.

Waduh! Pe Er banget, nih. Kalo cuma ngejer duitnya mah, bisa aja saya terima tawaran itu dan masa bodo amat dengan hasilnya. Masalahnya saya suka sekali mengajar, oleh sebab itu saya gak mau memaksakan diri mengajar materi panjang dengan waktu pendek yang akibatnya cuma buang-buang waktu dan gak bermanfaat buat para peserta. Mending ditolak aja deh.

Namun Pak Boss terus merengek dan merayu saya untuk menerima pekerjaan itu. Akhirnya saya bilang aja, "Gini deh! Gue terima tawaran lo tapi sehabis workshop, lo harus bikin angket dan tanya ke semua peserta, ada manfaatnya gak apa yang gue ajarkan."

"Oh, okay. Terus maksudnya angket itu buat apa?" tanya Pak Boss.

"Kalo 90% peserta bilang bermanfaat, lo boleh bayar gue. Tapi kalo kurang dari 90%, lo gak boleh bayar gue. Anggap aja ini workshop gratis sebagai bonus akhir tahun buat lo."

"Wah gak bisa, dong. Gue kan gak enak jadinya...."

"Itu penawaran terakhir dari gue. Take it or leave it," kata saya dengan intonasi tak terbantahkan.

Setelah garuk-garuk kepala beberapa kali, Pak Boss ngomong, "OK, deh. Tapi kalo beneran gue gak bayar, lo harus terima ajakan lunch or dinner dari gue minimal 3 kali."

"Hahahahaha...OK2!" Dan kesepakatan pun terjadi.

Pas hari H, saya dateng ke kantor mereka dan ternyata ada 24 peserta yang ikutan workshop. Buset! Banyak banget? Untungnya saya sudah mempersiapkan strategi khusus untuk workshop ini.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline