Lihat ke Halaman Asli

Budi Susilo

TERVERIFIKASI

Bukan Guru

OTT Kepala Basarnas: Menguak Sisi Gelap Tender Proyek

Diperbarui: 28 Juli 2023   13:29

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Kepala Basarnas RI Marsdya TNI Henri Alfiandi.(KOMPAS.COM/IDON)

Kabasarnas periode 2021-2023 ditetapkan sebagai tersangka tindak pidana korupsi, terkait dugaaan suap pengondisian pemenang tender proyek di Basarnas.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melangsungkan Operasi Tangkap tangan (OTT) di Bekasi dan Jakarta, pada Selasa (25/7/2023).

Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas), Marsekal Madya TNI Henri Alfiandi, ditetapkan sebagai tersangka penerima suap bersama Koordinator Administrasi Basarnas, Letkol Adm Afri Budi Cahyanto (sumber).

Selain para penyelenggara negara tersebut, KPK juga menetapkan tiga pengusaha swasta sebagai tersangka pemberi suap.

Berkali-kali pejabat publik tersandung korupsi proyek. Ketik "pejabat korupsi terkait proyek" di mesin pencari, maka akan muncul deretan berita serupa.

Menteri, Bupati, Direktur BUMN, dan pejabat publik lainnya ditangkap karena suap dalam pengondisian pemenang tender proyek di lingkungan instansi yang dikelolanya. 

Memang tender bisa dikondisikan? Bukankah lelang proyek di institusi pemerintah dilaksanakan melalui LPSE?

Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018, tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Pasal 73, membentuk Layanan Pengadaan secara Elektronik (LPSE), yang memfasilitasi pelaksanaan pengadaan barang dan jasa secara elektronik.

Tender atau lelang secara elektronik bertujuan untuk:

  • Transparansi dan akuntabilitas.
  • Meluaskan akses pasar dan membuka iklim kompetisi usaha sehat.
  • Meningkatkan efisiensi proses pengadaan.
  • Terbuka untuk pengawasan dan audit secara real time, demi menciptakan clean and good government dalam Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.

Begitu yang saya baca di laman Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), lkpp.go.id.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline